Polda Metro Jaya Panggil Pengendara Moge yang Ditendang Paspampres

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi klub motor gede. Facebook.com

    Ilustrasi klub motor gede. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya telah mengetahui identitas pengendara motor gede atau moge yang menerobos area VVIP sekitar Istana Kepresidenan di Jalan Veteran III, Jakarta Pusat.

    Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan kepada pengendara tersebut.

    "Identitas beberapa orang sudah kami ketahui. Kami panggil hari ini," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 27 Februari 2021.

    Pemanggilan itu dimaksudkan untuk mengklarifikasi aksi para pengendara moge yang viral di media sosial. Dari video yang beredar, rombongan pengendara motor tampak tampak melintasi Jalan Veteran III, persisnya di belakang Istana Kepresidenan pada Ahad, 21 Februari 2021 sekitar pukul 06.00 WIB.

    Padahal, jalan itu telah ditutup dengan pembatas atau traffic cone. Petugas Paspampres lantas menyetop rombongan, bahkan menendang salah satu pengendara.

    Fahri belum merincikan kronologis dan identitas mereka. Jika mereka memenuhi pemanggilan, menurut Fahri, maka klarifikasi dilakukan hari ini.

    Polisi masih menunggu hasil klarifikasi untuk menetapkan jenis pelanggaran dan menindaklanjuti aksi pengendara moge tersebut.

    "Kami akan klarifikasi kan untuk membuktikan bahwa ini kategorinya adalah pelanggaran lalu lintas atau pelanggaran-pelanggaran lain, misalkan pelanggaran protokol kesehatan dan sebagainya," jelas dia.

    Asisten Intelijen Paspampres, Letkol (Inf) Wisnu Herlambang membenarkan kejadian pengendara moge ditendang anggotanya. Wisnu mengklaim tindakan itu sudah sesuai aturan.

    Baca juga : Bima Arya Soal Denda Maksimal Pengendara Moge Terobos Ganjil Genap: Pembelajaran

    Sebab, kata dia, para pengendara moge itu menerobos area VVIP sekitar Istana Kepresidenan. Lantas, Paspampres melakukan langkah pengamanan instalasi VVIP.

    "Kalau itu hanya ditendang, tidak dipukul. Dan sebetulnya itu sudah tindakan yang paling ringan. Sebenarnya kalau sudah menerobos VVIP di aturannya ditembak, dilumpuhkannya dengan cara ditembak karena sudah mengancam," ucap Wisnu kepada wartawan, Jumat, 26 Februari 2021 soal sekelompok pengendara moge yang menerobos area VVIP.

    LANI DIANA | DEWI NURITA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.