Tsani Annafari Mundur Bersama Kepala BP BUMD, Anggota DPRD DKI Kaget

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi, Mohammad Tsani Annafari, memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 29 November 2019. Mohammad Tsani Annafari, menyatakan resmi mengundurkan diri per 1 Desember dan kembali bekerja di Kementerian Keuangan. TEMPO/Imam Sukamto

    Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi, Mohammad Tsani Annafari, memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 29 November 2019. Mohammad Tsani Annafari, menyatakan resmi mengundurkan diri per 1 Desember dan kembali bekerja di Kementerian Keuangan. TEMPO/Imam Sukamto

    Jakarta - Anggota komisi bidang keuangan DPRD DKI Jakarta S. Andyka menyayangkan mundurnya Kepala Badan Pembinaan BUMD DKI Faisal Syafruddin bersama Tsani Annafari.

    Faisal mengundurkan diri bersama Kepala Badan Pendapatan Daerah DKI Mohammad Tsani Annafari pada Jumat, 26 Februari 2021.

    "Kami terkejut kalau Pak Faisal mengundurkan diri. Padahal selama ini sudah bekerja dengan baik," kata Andyka saat dihubungi, Sabtu, 27 Februari 2021.

    Selama dipimpin Faisal, kata dia, BP BUMD bisa membuat lima perusahaan daerah setara dengan tingkat nasional. Beberapa BUMD yang bisa disetarakan dengan perusahaan nasional adalah Pasar Jaya, Food Stasion, PT Pembangunan Jaya, PT Jakarta Tourisindo, dan PT Jakarta Propertindo.

    "Kami sangat menyayangkan kalau mundur. Karena BUMD sudah cukup berkembang selama kepemimpinannya."

    Menurut dia, mundurnya Faisal bukan karena hasil evaluasi seperti Kepala Bapenda Mohammad Tsani. Kepala Bapenda mundur setelah legislator Kebon Sirih melayangkan surat keluhan terhadap kinerja Tsani. "Jadi berbeda konteksnya. Kalau Pak Faisal kami lihat sudah bekerja dengan baik. Sangat disayangkan keputusan itu."

    Andyka menyesalkan keputusan mundur Faisal jika dianggap tidak berhasil menjual saham perusahaan pembuat minuman beralkohol PT Delta. Pemerintah DKI mempunyai saham 58,33 persen di perusahaan itu.

    Baca juga : Tsani Annafari Bantah Mundur karena Jabatan Kepala Bapenda karena Evaluasi Kinerja

    "Kalau pertimbangannya itu kami melihat salah. Karena bukannya Pak Faisal tidak mau menjual saham PT Delta, tapi masalahnya memang ada penolakan dari pimpinan DPRD untuk menjual saham itu."

    Komisinya berharap Anies bisa kembali menggandeng Faisal untuk membantunya dalam pemerintahan. Anies, kata dia lagi, bisa kembali menempatkan Faisal di posisi Kepala Bapenda menggantikan Tsani Annafari. "Karena Bapenda saat dipegang Faisal jugu cukup baik."

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.