Ketua Forkabi Minta Warga Betawi Jangan Hanya Jadi Penonton di Kampung Sendiri

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tangkapan layar Ketua Umum Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) Abdul Ghoni atau Haji Ghoni (kanan) dalam salah satu acara. Foto Dokumen Instagram Haji Ghoni

    Tangkapan layar Ketua Umum Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) Abdul Ghoni atau Haji Ghoni (kanan) dalam salah satu acara. Foto Dokumen Instagram Haji Ghoni

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum terpilih DPP Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) Abdul Ghoni meminta warga Betawi untuk terlibat dalam pembangunan di Jakarta dan kawasan penyangga. Dia mengajak warga Betawi untuk menjadi tuan rumah di kotanya sendiri.

    Pengurus dan anggota Forkabi di daerah harus bisa bersinergi dengan pemda setempat dalam pembangunan. "Termasuk dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di daerah," kata Ghoni dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 28 Februari 2021.

    Abdul Ghoni alias Haji Ghoni ditetapkan sebagai Ketua Umum  DPP Forkabi periode 2021-2026 pada 21 Februari lalu di Sentul, Bogor. Acara penetapan itu dihadiri Ketua Umum Bamus Betawi yang juga Anggota DPR/MPR RI Abraham Lunggana (Haji Lulung) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

    Ghoni berharap ada banyak hal yang bisa dilakukan warga Betawi untuk berperan dalam pembangunan Ibu Kota dan kawasan kota penyangga. Salah satunya adalah fokus pada pengembangan koperasi yang dikelola anggota Forkabi di seluruh cabang yang tersebar di 13 kabupaten dan kota se-Jabodetabek.

    ADVERTISEMENT

    "Dalam lima tahun ini kami akan berfokus dalam mengembangkan kapasitas SDM dan perekonomian anggota Forkabi, salah satunya dengan mengembangkan koperasi ke seluruh cabang di Jabodetabek," kata Ghoni.

    Dia  tidak ingin warga Betawi hanya menjadi penonton dalam membangun Ibu Kota, termasuk dalam melestarikan kebudayaan Betawi. "Tujuannya tentu untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat luas. Jangan sampai kita hanya sebagai penonton di kampung sendiri, tapi bagaimana untuk jadi pelaku di kampungnya sendiri," ucap Ghoni.

    Dalam kepemimpinannya ke depan, Ghoni akan memulai dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Diharapkan, dengan SDM yang unggul bisa berdampak positif tidak hanya terhadap peningkatan kemampuan pengembangan koperasi, tapi juga daya saing dan kemandirian warga Betawi, terlebih di masa serba sulit akibat pandemi Covid-19.

    Saat ini, kata Ghoni, koperasi Forkabi yang sudah berjalan ada di 10 kecamatan di Jakarta Selatan dengan bergerak di bidang pengembangan kuliner, usaha perbengkelan dan lain sebagainya.

    "Koperasi ini akan kami kembangkan dari yang 10 kecamatan di Jaksel, ke 13 wilayah kota kabupaten se-Jabodetabek. Oleh karena itu, saya minta anggota yang sudah menikmati harus mengembangkan terus dengan cara berantai memberikannya pada yang lain agar peran Forkabi ini juga selain berdampak pada anggotanya, juga pada masyarakat secara umum," ujarnya.

    Baca juga: Anggota DPRD DKI: Saatnya Orang Betawi Jadi Subyek, Bukan Sekadar Obyek Politik

    Koperasi Forkabi ini akan bergerak di berbagai sektor mulai dari simpan pinjam, pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di cabang-cabang tersebut. "Dengan berbagai macam produk, misal kuliner khas Betawi, batik Betawi, dan yang penting kan ini harus gigih dalam pemasaran," tutur Ghoni yang juga Penasihat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta itu.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji