Bupati Bogor Ade Yasin Beri Penghargaan 200 Kades dan Ketua RT Teladan Covid-19

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Bogor Ade Yasin melakukan pemeriksaan surat keterangan tes cepat antigen kepada wisatawan di jalur wisata Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 12 Februari 2021. Pemerintah Kabupaten Bogor mewajibkan wisatawan menunjukkan surat hasil tes cepat antigen bagi wisatawan yang hendak berwisata ke kawasan Puncak Bogor sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 pada libur Tahun Baru Imlek 2572 dan libur akhir pekan. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Bupati Bogor Ade Yasin melakukan pemeriksaan surat keterangan tes cepat antigen kepada wisatawan di jalur wisata Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 12 Februari 2021. Pemerintah Kabupaten Bogor mewajibkan wisatawan menunjukkan surat hasil tes cepat antigen bagi wisatawan yang hendak berwisata ke kawasan Puncak Bogor sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 pada libur Tahun Baru Imlek 2572 dan libur akhir pekan. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Cibinong - Bupati Bogor Ade Yasin memberikan penghargaan kepada 200 kepala desa hingga ketua RT yang menjadi teladan dalam penanganan Covid-19.

    "Melihat kerja keras dan upaya mereka dalam mengendalikan Covid-19 di Kabupaten Bogor, mereka patut mendapatkan penghargaan," kata Ade Yasin saat pemberian penghargaan secara virtual di Cibinong, Bogor, Senin 1 Maret 2021.

    Penghargaan berupa sertifikat itu diberikan kepada kades, lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RW, dan Ketua RT yang mendapatkan skor tertinggi berdasarkan penilaian dari para camat di Kabupaten Bogor.

    Bupati Bogor yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu menyebutkan bahwa penilaian itu berlangsung selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berskala Mikro tahap pertama yang berlangsung pada periode 9-22 Februari 2021.

    Penilaian keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Bogor itu mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 3 tahun 2021. Beberapa kriteria yang menjadi poin penilaian yaitu tingkat keaktifan dalam melakukan sosialisasi dan penerapan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun), tingkat keaktifan pembatasan mobilitas, serta tingkat keaktifan melakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mencegah terjadinya kerumunan.

    "Keaktifan melakukan testing, tracking, treatment serta aktif melakukan laporan, evaluasi, koordinasi, kolaborasi dengan para camat, stakeholder dan seluruh elemen masyarakat. Itu juga jadi penilaian kami," kata Ade Yasin.

    Baca juga: Disiplin Masker Kabupaten Bogor Terendah di Jabar, Ini Tindakan Ade Yasin

    Bupati Ade Yasin mengatakan ada pula beberapa kriteria tambahan seperti pengawasan pelaksanaan PPKM, penyediaan posko penanganan Covid-19, serta upaya perbaikan zona merah ke zona oranye ataupun zona hijau penularan Covid-19.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.