Kata Warga Jakarta Soal Setahun Pandemi Corona

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tes usap atau swab antigen Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Ilustrasi tes usap atau swab antigen Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Tempo.co, Jakarta - Hari ini setahun pandemi Corona telah melanda Indonesia. Masyarakat pun punya penilaian atas kinerja pemerintah mengatasi pandemi ini.

    Menurut karyawan swasta di kawasan Jakarta Selatan, Endra Widjanarko, penularan virus corona masih belum dikendalikan, bahkan masih memburuk.

    "Kalau dilihat dari angka menurut saya tambah buruk. Yang positif dan meninggal masih tinggi. Padahal sudah setahun," kata Endra saat dihubungi, Selasa, 2 Maret 2021.

    Pria berusia 30 tahun itu pesimistis pagebluk corona ini bisa cepat berakhir, meski pun sudah ada vaksin Covid-19. Sebabnya, kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo sangat amburadul dalam menanggulangi wabah ini.

    Padahal, kunci sukses penanggulangan Covid-19 ada di tangan pemerintah. Namun pemerintah tidak memanfaatkan dengan bijak kesempatan untuk menekan wabah ini dari awal kemunculannya.

    Baca juga: Setahun Pandemi, Wagub DKI Sebut Pemprov Bisa Kendalikan Covid-19

    "Pemerintah itu kelihatan tidak serius," ujar warga Ciputat, Tangerang Selatan ini.

    Menurut dia, kebijakan Jokowi hanya bersifat seremonial belaka dalam menanggulangi wabah ini. Bahkan, proses vaksinasi juga masih dijadikan kesempatan seremonial.

    "Dikit-dikit seremoni, tapi setelah itu ya udah," ujarnya.

    Pemerintah pun terlihat terlalu mengglorifikasi vaksin sebagai langkah utama untuk segera mengakhiri pandemi ini. Padahal jumlah vaksin yang diterima masih sedikit dan tidak bisa diandalkan untuk menghentikan penularan wabah ini.

    "Dengan kebijakan pemerintah sekarang, saya malah mikir kita bener bener bisa terbebas dari Covid itu sekitar lima tahun lagi."

    Meski kondisi masih memburuk, kata dia, saat ini kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan mulai membaik. Banyak masyarakat dengan kesadaran sendiri menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

    "Jadi sekarang hanya kesadaran masyarakat yang bisa membantu mencegah penularan Covid-19."

    Warga asal Tebet, Jakarta Selatan, Fathia Mawardi, 28 tahun, mengatakan bahwa Covid-19 itu nyata. Bahkan ada kerabatnya yang meninggal karena Covid-19. "Covid-19 itu ada."

    Setelah setahun pandemi ini berlalu, menurut Fathia, keadaan sudah mulai membaik. Sebabnya, pemerintah semakin memahami langkah untuk menanggulanginya ketimbang saat awal ditemukan. "Sekarang sudah lebih baik dalam penanganan."

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.