Setahun Pandemi Covid-19 Landa Indonesia, Begini Perjalanannya di Depok

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sepi aktivitas warga di kawasan Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa 12 Januari 2021. Gubernur Ridwan Kamil kembali mengumumkan daerah-daerah di Jawa Barat yang termasuk ke dalam zona merah virus corona (Covid-19). TEMPO/Subekti.

    Suasana sepi aktivitas warga di kawasan Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa 12 Januari 2021. Gubernur Ridwan Kamil kembali mengumumkan daerah-daerah di Jawa Barat yang termasuk ke dalam zona merah virus corona (Covid-19). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Depok – Setahun pandemi Covid-19, Kota Depok masih mencatat tingginya penularan virus Corona. Berbagai upaya dilakukan, namun angka kasus belum juga mereda.

    Padahal, tepat 2 Maret 2020, kasus pertama di Indonesia ditemukan di Kota Depok. Kasus ini dialami oleh satu keluarga yakni Sita Tyasutami (Pasien 01), Maria Darmaningsih (Pasien 02) dan Ratri Anindyajati (Pasien 03). Berikut perjalanan Covid-19 di Kota Depok

    1. Berasal dari Warga Negara Jepang

    Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto saat itu menjelaskan bahwa pasien 01 sebelumnya berinteraksi dengan Warga Negara Asing asal Jepang yang bertandang ke Indonesia.

    Yurianto menjelaskan, Sita awalnya diketahui menghadiri acara dansa di salah satu klub di kawasan Kemang, Jakarta, pada 14 Februari 2020. Dalam acara itu, hadir sekitar 50 orang yang berasal dari berbagai negara. Mereka tergabung dalam sebuah komunitas yang secara periodik melakukan kegiatan dansa.

    "Nah pasangan dansa WNI (Sita) ini adalah warga negara Jepang yang kini tinggal di Malaysia (belakangan diketahui positif Covid-19)," ujar Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa, 2 Maret 2020.

    Dua hari setelah mengikuti acara dansa tersebut, Sita mengeluh batuk dan demam. Dia lalu memeriksakan diri ke rumah sakit. Usai diperiksa dan diberi obat, Sita bisa kembali ke rumah tanpa dirawat inap. Namun, setelah pulang ke rumah, Sita masih merasa tidak enak badan dan akhirnya dirawat di rumah oleh ibundanya saja yakni Maria.

    "Pada tanggal 27, si anak ini (Sita) mengeluh badannya semakin tidak enak. Dan ibunya (Maria) juga ketularan sakit. Lalu, dua-duanya memutuskan meminta dirawat di rumah sakit," ujar Yurianto.

    Kemudian pada 28 Februari, ujar Yuri, teman dansa yang merupakan warga negara Jepang ini menelepon dan mengabarkan bahwa dirinya terkonfirmasi positif Covid-19 setelah tiba di Malaysia. "Atas berita ini, ibu dan anak lapor ke rumah sakit. Tanggal 1 Maret 2020, keduanya dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso. Hari itu diperiksa dan hari itu juga terkonfirmasi positif (virus corona)," kata Yurianto.

    Kemudian, pada Senin, 2 Maret 2020, Presiden RI Joko Widodo mengumumkan kasus positif Covid-19 ini di Istana Negara.

    Kendati sudah ada dua kasus Corona di Indonesia, kata Jokowi, pemerintah sudah sangat siap menghadapinya, “Pemerintah dari awal sudah siap. Kami punya rumah sakit, peralatan, dan SOP yang standarnya sama dengan standar internasional yang ada,” kata Jokowi.

    “Pemerintah juga miliki anggaran dan sudah diprioritaskan. Karena kalau tidak serius, ini sangat berbahaya karena penyakit ini perlu kita waspadai,” kata Jokowi.

    2. Pemkot Depok Minta Warga Tidak Panik

    Setelah Presiden RI Joko Widodo mengumumkan kasus positif Covid-19 di Indonesia, Wali Kota Depok, Mohammad Idris meminta masyarakat tetap tidak panik, “Intinya masyarakat jangan panik, cuci tangan yang bersih, tidak merokok, tidur cukup juga ya,” kata Idris saat konferensi pers di Balai Kota Depok, Senin 2 Maret 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.