Wagub DKI Klaim Sudah Siapkan Strategi Hadapi Varian Baru Covid-19

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan keterangan terkait dengan banjir yang terjadi di Ibu Kota, 19 Februari 2021. Tempo/Imam Hamdi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan keterangan terkait dengan banjir yang terjadi di Ibu Kota, 19 Februari 2021. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya bersama pemerintah pusat telah menyiapkan konsep dan strategi penanganan terkait varian baru Covid-19.

    Menurut Riza, yang terpenting adalah masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. “Kami akan lihat. Akan kami koordinasikan dulu, dengarkan dulu masukan dari para ahli, dari semua pihak dengan pemerintah pusat,” ucap dia di Balai Kota pada Selasa, 2 Maret 2021.

    Wagub DKI mengatakan pemerintah provinsi tak dapat bergerak sendiri dalam mengatasi Covid-19, khususnya varian baru. Ia mengatakan antisipasi dan pencegahan perlu dilakukan bersama-sama, baik dengan pemerintah pusat maupun pemerintah negara lain.

    Baca juga: DKI Targetkan Vaksinasi Covid-19 untuk 911 Ribu Lansia

    Politikus Partai Gerindra itu menyebut pandemi seperti Covid-19 berdasarkan penelitian para ahli tak dapat selesai dalam waktu singkat. Ia pun meminta masyarakat agar tetap tenang. “Terus menerapkan protokol kesehatan. Masalah wabah ini tidak bisa kita anggap enteng. Tugas kita bersama adalah memastikan diri sendiri, keluarga, lingkungan, sebangsa dan tanah air bisa sehat,” ujar Riza. “Apakah akan ada pengendalian lebih ketat nanti kita akan lihat,” lanjut dia.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan varian baru Covid-19, telah ditemukan di Indonesia. Varian ini adalah mutasi dari Sars-CoV-2, yang pertama kali ditemukan di Inggris.

    "Tadi malam saya mendapat informasi, bahwa tepat satu tahun (kasus pertama Covid-19 ada di Indonesia) hari ini, kita menemukan mutasi B117 UK mutation di Indonesia. Ini fresh from the oven, baru tadi malam ditemukan dua kasus," kata Dante saat memberi sambutan dalam acara Kementerian Riset dan Teknologi, yang disiarkan di YouTube, Selasa, 2 Maret 2021.

    Dante mengatakan hal ini berarti Indonesia akan menghadapi pandemi dengan tingkat kesulitan yang semakin berat. Awalnya, pemerintah telah mengecek dari 462 kasus di seluruh Indonesia yang berpotensi merupakan kasus mutasi virus Covid, dalam beberapa bulan terakhir. Hasilnya, ditemukan dua kasus.

    Mutasi dari Virus SARS-Cov-2 ini awalnya ditemukan di New South Wales. Belakangan, mutasi serupa ditemukan di beberapa negara Eropa lain dan di Australia.

    Satuan Tugas Penanganan atau Satgas Covid-19, sebenarnya sudah mulai mengambil langkah antisipasi saat varian baru Covid-19 ini pertama kali diumumkan. 

    ADAM PRIREZA | EGY ADYATAMA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.