Tempat Tidur Isolasi dan ICU DKI Terisi Lebih dari 60 Persen

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang dokter mengoperasikan alat bantu pernafasan di ruang ICU Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin, 6 April 2020. Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA

    Seorang dokter mengoperasikan alat bantu pernafasan di ruang ICU Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin, 6 April 2020. Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyatakan, keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 mencapai 63 persen. Dia berujar, 5.254 tempat tidur telah terisi dari total 8.277.

    "Berdasarkan data terakhir hingga 28 Februari 2021, terdapat peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU di 106 RS rujukan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 2 Maret 2021.

    Baca juga: Keterisian RS Rujukan Pasien Covid-19 di DKI Kini 70 Persen, Berikut Rinciannya

    Sementara itu, tempat tidur ICU diisi 780 pasien atau 69 persen dari kapasitas. Pemerintah DKI Jakarta menyediakan 1.135 tempat tidur ICU.

    Data sebelumnya per 17 Januari 2021 menunjukkan tempat tidur isolasi dan ICU hanya tersedia 8.890 unit. Dari jumlah itu, 87 persen telah terisi. Pemerintah DKI lantas menambah RS rujukan Covid-19 agar pasien yang membutuhkan ruang perawatan seluruhnya tertampung.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.