Cerita Tenaga Kesehatan Berjibaku Selama Setahun Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ambulans memasuki Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Sabtu, 9 Januari 2021. Pemprov DKI Jakarta menyatakan tingkat keterisian RS rujukan COVID-19 di Jakarta telah mencapai 85 persen, sementara ruang Intensive Care Unit (ICU) telah mencapai 80 persen. Dengan terus meningkatnya kasus positif, maka RS rujukan COVID-19 di Jakarta diperkirakan akan penuh pada bulan Februari 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Ambulans memasuki Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Sabtu, 9 Januari 2021. Pemprov DKI Jakarta menyatakan tingkat keterisian RS rujukan COVID-19 di Jakarta telah mencapai 85 persen, sementara ruang Intensive Care Unit (ICU) telah mencapai 80 persen. Dengan terus meningkatnya kasus positif, maka RS rujukan COVID-19 di Jakarta diperkirakan akan penuh pada bulan Februari 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Januari menikmati kopi hitamnya tepat saat setahun pandemi Covid-19 melanda negeri ini. Selama satu tahun itu pula, ia harus berjibaku menangani pasien Covid-19.

    Pria yang akrab disapa Ari ini adalah salah satu tenaga kesehatan yang bekerja di Ambulans Gawat Darurat DKI. Selama satu tahun itu pula Ari harus beradaptasi dengan pakaian "perang" nya yaitu Hazmat dan masker N95 yang dilapisi masker bedah selama kurang lebih 4 jam dalam sehari.

    Dehidrasi dan kekurangan oksigen dalam waktu kerja yang cukup lama sering ia rasakan. Gerah sudah pasti, tapi demi keamanan dari paparan virus, ketidaknyamanan itu harus diabaikan.

    Baca juga: Eks Pasien Covid-19 02 Berharap Pandemi Berakhir di Tahun Ini

    Dukungan dari masyarakat adalah obat kuat bagi dirinya dan teman-teman lainnya selama masa pandemi ini. "Banyak juga masyarakat yang kasih semangat, motivasi, saat evakuasi pasien yang kami bawa ke faskes, mereka kasih semangat dari kejauhan buat kami, nakes dan pasiennya," kata Ari.

    Dukungan dari komunitas masyarakat lainnya juga membuat motivasinya tetap tinggi melayani masyarakat. Salah satunya adalah komunitas motor yang kerap membantu memberi pengawalan dan membelah kemacetan saat ia harus membawa pasien Covid-19.

    Sebagai tenaga kesehatan, ia dan teman-temannya telah mendapat prioritas untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Sayang saat waktu vaksinasi tiba, tensinya tinggi. Hingga akhirnya vaksinasi untuknya harus ditunda. "Semoga bisa segera disuntikkan vaksinnya ya," kata dia.

    Ari pun berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Ia menaruh harapan besar vaksin dapat menjadi kunci penanganan virus seribu wajah ini. Selain tentu saja, protokol kesehatan yang harus tetap dilakukan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.