Ternyata, Polisi Temukan Korban Pencabulan Lain Bos Perusahaan di Jakarta Utara

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pelecehan Seksual. sfgate.com

    Ilustrasi Pelecehan Seksual. sfgate.com

    Jakarta - Wakapolres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Nasriadi mengatakan pihaknya menemukan korban lain dalam kasus pencabulan yang dilakukan oleh Jimmy Hendrawan, 48 tahun, bos di perusahaan PT TMM FIN Bank International yang bertempat di Pademangan, Jakarta Utara.

    Jimmy sebelumnya telah terbukti melakukan pencabulan terhadap dua sekretaris pribadinya yang berinisial DF dan EF.  

    "Ada korban lain, yaitu AA dan BB. Namun saat ini keduanya tidak mau melaporkan dan dijadikan saksi dengan alasan sudah memiliki keluarga dan tinggal di Bali," ujar Nasriadi saat dihubungi Tempo, Rabu, 3 Maret 2021.  

    Kepada penyidk, Jimmy mengaku modus pencabulan terhadap AA dan BB dengan mengaku sebagai tatung alias dukun etnis Cina. Kedua korban kemudian dicabuli oleh tersangka dengan ditelanjangi dan diurut dengan mengenai organ vital korban.

    "Modusnya semua dilakukan dalam ritualnya sebagai tatung atau dukun," kata Nasriadi. 

    Baca juga : Pencabulan Bos di Jakarta Utara Terhadap 2 Karyawati, Polisi: Modusnya Bisa Diramal 

    Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Jimmy mulai terbongkar setelah dua karyawannya mengadu ke polisi. Tindakan cabul itu masing-masing terjadi dua kali, yakni terhadap korban DF terjadi pada 17 September dan EF Oktober 2020. 

    Selama bekerja di perusahaan tersebut, korban tidak pernah berani melaporkan perbuatan pelaku dengan alasan takut, malu, dan khawatir kehilangan pekerjaan.

    Namun setelah keduanya tidak tahan dengan perbuatan Jimmy, mereka keluar dari pekerjaan di perusahaan di Jakarta Utara itu dan kemudian melaporkan ke polisi pada 8 Februari 2020.

    Laporan korban teregistrasi dengan nomor LPB/87/K/II/2021/PMJ/RESJU tanggal 8 Februari 2021. Polisi lantas menangkap pelaku pelecehan seksual itu pada Jumat, 26 Februari lalu. "Pelaku mengakui semua perbuatanya," ujar Nasriadi

    Jimmy dijerat dengan Pasal 289 KUHP tentang perbuatan cabul (pencabulan) dengan kekerasan. Ia terancam hukuman sembilan tahun penjara.

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.