Survei NSN: Elektabilitas PDIP di DKI Tertinggi, Disusul PSI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan penyanyi cilik yang juga menjadi Caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tina Toon saat mengikuti kampanye akbar di Parkir Timur, Komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Ahad, 31 Maret 2019. Dalam kampanye ini, para kader dan simpatisan diajak untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf dan PDIP di Pemilu 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan penyanyi cilik yang juga menjadi Caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tina Toon saat mengikuti kampanye akbar di Parkir Timur, Komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Ahad, 31 Maret 2019. Dalam kampanye ini, para kader dan simpatisan diajak untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf dan PDIP di Pemilu 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaPDIP dan PSI bisa menjadi jawara di DKI Jakarta bila Pemilu dilakukan saat ini. Elektabilitas PDIP menempati urutan pertama sementara PSI berada di peringkat kedua dalam survei yang digelar Nusantara Strategic Network (NSN).

    Elektabilitas PDIP teratas mencapai 21,3 persen, disusul PSI 14,3 persen dan Golkar 9,8 persen.

    "Jika digelar pemilu saat ini, diprediksi PDI Perjuangan (PDIP) dan PSI bakal menguasai DKI Jakarta, disusul Golkar," kata Direktur Program NSN Riandi dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis, 4 Maret 2021.

    Unggulnya PDIP, kata dia, tidak dapat dilepaskan dari faktor kemenangan dua periode di tingkat nasional, dan diprediksi akan tetap unggul pada 2024.

    Sementara itu, Riandi mengatakan, gebrakan PSI sejak menduduki kursi di DPRD DKI Jakarta menyedot perhatian publik di Ibu Kota dan secara nasional.

    Meskipun PSI tidak berhasil menembus parliamentary threshold (PT) di tingkat Senayan, tetapi di DPRD DKI Jakarta partai yang diidentikkan dengan anak-anak muda milenial itu berhasil merebut 8 kursi dan membentuk fraksi tersendiri.

    "Dari awal masuk DPRD, para wakil rakyat dari PSI gencar mengawasi penggunaan anggaran oleh eksekutif, serta bersikap sangat kritis terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan," ujar Riandi.

    Sikap vokal PSI itu terbukti efektif mendulang elektabilitas.

    Pada posisi berikutnya adalah PKS (8,5 persen), Gerindra (7,0 persen), Demokrat (5,5 persen), NasDem (4,3 persen), PAN (3,5 persen), PKB (2,8 persen), dan PPP (2,0 persen).

    "Tingginya elektabilitas Demokrat berkorelasi dengan kenaikan secara nasional," tuturnya.

    Pada papan bawah, kejutan berikutnya muncul dari Partai Ummat yang menyodok dengan elektabilitas 1,3 persen. Disusul Perindo (1,0 persen), Berkarya (0,8 persen), Hanura (0,5 persen), dan Gelora (0,3 persen). Sisanya tidak mendapatkan suara dan tidak tahu/tidak jawab 16,8 persen.

    Nusantara Strategic Network (NSN) melakukan survei pada 20-27 Februari 2021, secara tatap muka kepada 400 responden yang mewakili wilayah di DKI Jakarta.

    Survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error ±4,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

    Komposisi kursi yang saat ini ada di DPRD DKI adalah PDIP dengan 25 kursi, Gerindra 19 kursi, PKS sebanyak 16 kursi, PSI 8 kursi, PAN 9 kursi, NasDem 7 kursi, PKB 5 kursi, Golkar 6 kursi, dan PPP 1 kursi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.