Resep dari Dapur Tempo, Simak Modal Jadi Wartawan Investigasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tip Dan Praktik Liputan Investigasi | Resep Dari Dapur Tempo

    Tip Dan Praktik Liputan Investigasi | Resep Dari Dapur Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso membeberkan modal menjadi seorang wartawan investigasi. Pertama, wartawan investigasi haruslah skeptis untuk menggali informasi lebih dalam.

    "Selalu harus tidak mudah percaya, tidak terlalu puas dengan apa yang diungkapkan oleh narsumbernya," kata dia dalam diskusi yang diunggah di akun Youtube Tempodotco, Kamis, 4 Maret 2021.

    Menurut Budi, wartawan investigasi tak akan menemukan informasi atau data baru apabila mudah percaya dengan narasumber terkait. Modal berikutnya adalah memiliki koneksi yang luas.

    "Bagaimana dia bisa luas bergaul di berbagai kalangan," ucap dia.

    Selain dari sisi pribadi si wartawan, ekosistem perusahaan juga harus mendukung. Perusahaan, lanjut dia, perlu mematok target atau mendorong wartawannya untuk menggarap liputan investigasi.

    Budi memaparkan proses investigasi dimulai dari temuan awal. Sebagai contoh, wartawan memperoleh dokumen atau pernyataan dari seseorang. Temuan ini dilanjutkan dengan pembuktian.

    Wartawan investigasi, dia memaparkan, harus mengecek logika informasi, seperti tanggal kejadian tau format dokumen. Proses ini dinamakan kroscek alias konfirmasi ke pihak-pihak terkait.

    "Jadi ada pembuktian sederhana sampai sulit," ucap dia.

    Diskusi hari ini khusus membahas Tip dan Praktik Liputan Investigasi. Tempo menggelar diskusi dengan tema besar Resep dari Dapur Tempo mulai 3-8 Maret 2021.

    Baca juga: Resep dari Dapur Tempo: Menulis Jurnalisme Naratif ala Tempo

    Ada lima sesi diskusi terdiri dari Jurnalisme Naratif, Tip dan Praktik Liputan Investigasi, Kolaborasi dan Jejaring Global, Di Balik Ilustrasi Sampul, serta Inovasi Jurnalisme Digital. Kegiatan ini merupakan bagian dari acara ulang tahun Tempo ke-50.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.