Keluarga 6 Laskar FPI Gelar Sumpah Mubahalah ke Polisi, Ini Kata Tim Pengawal

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota keluarga laskar FPI yang tewas saat tiba di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Senin, 21 Desember 2020. Kedatangan anggota keluarga laskar FPI dalam upaya mencari keadilan atas tewasnya 6 laskar FPI oleh polisi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Anggota keluarga laskar FPI yang tewas saat tiba di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Senin, 21 Desember 2020. Kedatangan anggota keluarga laskar FPI dalam upaya mencari keadilan atas tewasnya 6 laskar FPI oleh polisi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Jakarta - Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam Laskar FPI Abdullah Hehamahua mengatakan pihaknya sudah menggelar sumpah mubahalah tanpa kehadiran pihak kepolisian pada Rabu lalu.

    Pembacaan sumpah tersebut, kata Abdullah Hehamahua, dibacakan oleh perwakilan keluarga korban penembakan.  

    "Nama yang membacakan Syuhada, Bapak dari almarhum Faiz. Dia mewakili keluarga korban yang lain," ujar Abdullah saat dihubungi Tempo, Jumat, 5 Maret 2021.  

    Dalam pembacaan sumpah yang disiarkan secara langsung melalui YouTube dan Zoom itu, keluarga korban yang lainnya mengikuti pembacaan sumpah tersebut. Dalam video itu turut hadir pula pendiri Partai Ummat Amien Rais.  

    Berikut ini merupakan bunyi lengkap sumpah mubahalah antara keluarga FPI dan polisi itu. 

    "Demi Allah, Tuhan langit dan bumi, kami bersumpah bahwa kami keluarga Reza, Fais, Ambon, Andi, Lutfi, dan Kadhav, 6 Laskar FPI yang terbunuh di KM 50 Tol Cikampek, adalah benar dan meyakini bahwa anak-anak kami dari laskar FPI tersebut telah dianiaya dan dibunuh dengan zalim oleh oknum-oknum polisi dan polisi telah berdusta atas masalah pembunuhan tersebut. Karenanya ya Allah, timpakan lah laknat dan azab-Mu kepada siapa pun di antara kami yang berdusta dan timpakan juga laknat dan siksa-Mu, ya Allah, ke atas seluruh keluarganya, aamiin ya rabbal alamin." 

    Tantangan sumpah mubahalah dari keluarga 6 laskar FPI sudah dilayangkan sejak 21 Desember 2020. Saat itu mereka menantang Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran, untuk bersumpah mubahalah.

    Baca juga : Keluarga 6 Laskar FPI Gelar Sumpah Mubahalah Tanpa Kehadiran Polisi 

    Melalui sumpah tersebut, salah satu keluarga laskar FPI, Syuhada, menantang Fadil untuk membuktikan kebenaran kasus kematian anaknya. Ia menuturkan bakal membawa istri dan anaknya untuk bersumpah mubahalah atas tuduhan polisi bahwa anaknya telah menyerang lebih dulu polisi serta membawa senjata api dan senjata tajam.

    Jika memang benar anaknya (salah satu laskar FPI) seperti tuduhan polisi, Syuhada menyatakan siap bersama keluarganya dilaknat oleh Allah. "Kalau mereka yang dzalim, mereka yang akan dilaknat Allah dan semua keturunannya."

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.