Pemerintah Kota Depok Akan Tambah Fasilitas layanan Publik Bagi Disabilitas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi disabilitas. pixabay.com

    Ilustrasi disabilitas. pixabay.com

    TEMPO.CO, Depok - Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menyatakan pemerintah kota akan  memberikan pelayanan publik yang bisa diakses oleh disabilitas.

    "Kami akan perhatikan pelayanan publik dengan menambah fasilitas agar kaum disabilitas bisa berinteraksi dengan baik dengan layanan tersebut," kata Imam Budi Hartono usai menghadiri pemberian kaki palsu kepada tiga warga Depok dari Yayasan Kemanusiaan Pesona Indonesia di kantor Kecamatan Sukmajaya, Minggu 7 Maret 2021.

    Imam mengatakan disabilitas mempunyai masalah umum di lembaga apapun seperti di rumah sakit, perbankan atau lembaga lainnya. Ia mencontohkan ada dari mereka tidak bisa mendengar, maka selain pengumuman melalui suara, juga dibutuhkan pengumuman tertulis sehingga mereka bisa mengetahui bila mereka dipanggil.

    Perhatian dari pemerintah kota Depok kepada masyarakat disabilitas akan dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). "Kita harus memberikan kesempatan kepada mereka. Jangan sampai ada perbedaan dengan perlakuan yang tidak adil," ujarnya.

    Imam yang juga ketua DPD PKS Kota Depok memberikan apresiasi Yayasan Kemanusiaan Pesona Indonesia (YKPI) yang telah membantu memberikan kaki palsu tiga orang warga Depok.

    Wakil Wali Kota Depok mengajak kepada seluruh warga Depok bergerak untuk bisa membantu penyandang disabilitas. 

    Putri, orangtua anak disabilitas bernama Natasha, bersyukur mendapat bantuan dua kaki palsu tersebut. "Alhamdulillah bisa dapat bantuan kaki palsu. Ini tentunya sangat berguna bagi anak saya," ujarnya.

    Selain pemberian prostesis tersebut, tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) juga mengembangkan aplikasi Muter (Teman Tuli, Teman Dengar) untuk membantu mengatasi permasalahan Teman Tuli saat menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line.

    Ketiga mahasiswa tersebut adalah Ajeng Riski Anugrah dan Grace Elizabeth Kristiani dari Fakultas Ilmu Administrasi serta Nandhika Prayoga Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom UI). 

    "Seringkali pengumuman terkait layanan KRL, seperti pemberitahuan stasiun, transit, hingga perubahan rute kerap menyulitkan Teman Tuli. Tidak jarang membuat Teman Tuli melewatkan stasiun tujuannya," ujar Ketua Tim Rancangan Aplikasi Muter Ajeng Riski Anugrah.

    Menurut Ajeng, aplikasi Muter akan tersedia di ponsel pintar pengguna, sehingga dapat membantu mobilitas Teman Tuli, dan menikmati pelayanan KRL Commuter Line Jabodetabek secara inklusif. Aplikasi tersebut juga dilengkapi dengan fitur notifikasi getar untuk mengingatkan Teman Tuli ketika mereka sudah mendekati stasiun yang dituju.

    Baca juga: Disabilitas Tabrak Truk di Trotoar, Koalisi Pejalan Kaki: Sudah Sering Terjadi

    Inovasi lain yang dikembangkan ketiga mahasiswa ini untuk disabilitas adalah fitur Bahasa Isyarat Indonesia atau Bisindo, yang dikemas dalam bentuk gambar beranimasi dan video. "Dengan demikian akan memudahkan komunikasi antara Teman Tuli dengan Teman Dengar," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.