Penembakan di Kafe, Kapolres: Izin Senjata Api Tak Boleh Diberikan Buat Pemabuk

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi senjata api. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Ilustrasi senjata api. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar (Kombes) Polisi Guruh Arif Darmawan menyatakan bahwa izin penggunaan senjata api tidak boleh diberikan untuk pemabuk.

    Kapolres juga menekankan, pengajuan perizinan penggunaan senjata api oleh anggota Kepolisian harus sesuai prosedur.

    "Pengajuan senjata api harus sesuai prosedur. Harus melakukan psikotes dan dilihat juga kehidupan sehari-harinya, tidak mabuk, tidak pemarah dan masalah-masalah lainnya," ujar Guruh saat memimpin apel pagi di lapangan Polres Metro Jakarta Utara, Senin, 8 Maret 2021.

    Ia berharap kejadian serupa penembakan oleh oknum di Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi pembelajaran terhadap anggota lainnya.

    Baca juga : Polisi Tangkap Mahasiswa yang Todongkan Air Gun Pasca Senggolan Mobil di Cianjur

    Apel pagi itu diikuti oleh 435 personel Polres Metro Jakarta Utara. Dalam apel pagi itu, ada pula kegiatan pemeriksaan senjata api terhadap anggota yang hadir di lapangan.

    Senjata api yang telah habis izin penggunaannya dititipkan kepada bagian logistik Polres Metro Jakarta Utara dengan pengawasan dari Propam Jakarta Utara.

    Pemeriksaan senjata api tersebut merupakan langkah menghindari kejadian penembakan serupa di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Utara.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.