Cegah Banjir, Pengerukan Lumpur Kali Sarua 1,2 Kilometer di Kalibata

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan mengerahkan alat berat untuk mengeruk lumpur di Kali Sarua, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin, 8 Maret 2021. (ANTARA/Kominfotik Jakarta Selatan)

    Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan mengerahkan alat berat untuk mengeruk lumpur di Kali Sarua, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin, 8 Maret 2021. (ANTARA/Kominfotik Jakarta Selatan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan melakukan pengerukan lumpur di Kali Sarua, Kalibata, Kecamatan Pancoran, untuk mencegah banjir.

    "Pengerukan Kali Sarua segmen Kalibata dilakukan dalam rangka normalisasi kali karena sudah padat lumpur dan menyempit," kata Kepala Satuan Pelaksana Sudin SDA Kecamatan Pancoran Agus Bowo Leksono di Jakarta, Senin 8 Maret 2021.

    Pengerukan kali di segmen Kalibata itu dilakukan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang sekaligus merupakan lanjutan pasca-pengerukan Kali Mampang bagian hilir.

    Agus menambahkan pengerukan lumpur di kali itu dilakukan dengan mengerahkan dua alat berat jenis AM Ultratex 24 dan AM Ultratex yang dikendalikan dua operator.

    Selain mengeruk kali 1-1,5 meter, petugas juga meratakan dua sisi kali yang sudah menyempit oleh gundukan lumpur yang telah mengeras. Dengan pengerukan lumpur itu, lebar kali Sarua menjadi kembali normal sekitar lima meter.

    Upaya normalisasi kali itu dilakukan dengan pendalaman dan pelebaran sehingga saat hujan, kali dapat banyak menampung air dan air juga mengalir lancar hingga dapat meminimalisasi genangan.

    Baca juga: Antisipasi Banjir, DKI Siapkan 261 Eskavator Buat Pengerukan Kali dan Danau

    "Untuk pengerjaan sudah dilakukan sejak awal Februari 2021 dan saat ini pengerukan baru mencapai sekitar 15 persen dan diperkirakan memakan waktu sekitar empat bulan," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.