Picu Kerumunan Pembukaan Resto, Rizky Billar Bakal Diperiksa Polisi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizky Billar membuka usaha di bidang kuliner bersama Basuki Surodjo dan  Christopher Sebastian. Instagram/@basukisurodjo

    Rizky Billar membuka usaha di bidang kuliner bersama Basuki Surodjo dan Christopher Sebastian. Instagram/@basukisurodjo

    TEMPO.CO, JakartaPolsek Tanjung Duren akan memeriksa aktor Rizky Billar terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam pembukaan resto Raja Sei di Jakarta Barat, Minggu.

    "Ya, terkait kehadiran yang bersangkutan, nanti kami dalami dulu soal timbulnya kerumunan karena Billar atau bukan," kata Kapolsek Tanjung Duren Kompol Agung Wibowo di Jakarta, Senin 8 Maret 2021.

    Agung belum dapat menyimpulkan status Rizky Billar dalam dugaan pelanggaran protokol kesehatan itu sampai nanti penyidikan. Namun, dia dapat memastikan jika acara pembukaan restoran itu sebelumnya belum mendapatkan izin dari pihak kepolisian.

    "Tidak ada, baik ke Polsek, Kecamatan, Satpol PP ataupun instansi yang terkait dan tidak ada pemberitahuan sama sekali," ujar Agung Wibowo.

    Agung mengatakan saat ini sudah ada beberapa orang karyawan dari restoran sei sapi tersebut yang dipanggil dalam pemeriksaan sebagai saksi.

    "Nanti setelah ada pemeriksaan dari pemilik restoran itu akan kami undang Rizky Billar," imbuhnya.

    Acara pembukaan salah satu restoran di Jakarta Barat yang dihadiri Rizky Billar dibubarkan oleh Satpol PP karena mengundang banyak kerumunan di tengah pelaksanaan kebijakan PPKM Mikro di Jakarta.

    Baca juga: Kronologi Satpol PP Bubarkan Pembukaan Resto di Grogol Dihadiri Rizky Billar

    Kerumunan itu disebabkan oleh banyaknya penggemar Rizky Billar yang datang ke lokasi untuk bertemu langsung dengan idolanya tersebut.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.