Kasus Covid-19 Jakarta Bertambah 1.783, Persentase Kematian Naik Jadi 1,7 Persen

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peziarah berdoa di depan makam keluarganya di areal pemakaman khusus dengan protokol Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, Selasa, 2 Maret 2021. Meski hanya berkapasitas 1.200 makam, menurut dia TPU Bambu Apus masih bisa menampung lebih banyak jenazah pasien Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Peziarah berdoa di depan makam keluarganya di areal pemakaman khusus dengan protokol Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, Selasa, 2 Maret 2021. Meski hanya berkapasitas 1.200 makam, menurut dia TPU Bambu Apus masih bisa menampung lebih banyak jenazah pasien Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta mencatat penambahan kasus Covid-19 hari ini sebanyak 1.783 orang. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyampaikan jumlah itu diperoleh setelah dilakukan tes swab PCR terhadap 12.990 spesimen.

    "Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 11.041 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.783 positif dan 9.258 negatif," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin, 8 Maret 2021.

    Kasus Covid-19 Jakarta secara total kini mencapai 352.208. Rinciannya, 7.439 orang masih dirawat atau menjalani isolasi, 5.838 meninggal, dan 338.931 sembuh.

    Pemerintah DKI Jakarta mencatat persentase kematian akibat Covid-19 sebesar 1,7 persen dan kesembuhan 96,2 persen. Sebelumnya, persentase kematian tercatat 1,6 persen.

    Baca juga: PPKM Mikro DKI Ditambah, Dinas Kesehatan: Kasus Aktif Covid-19 Turun

    Sementara itu, positivity rate Covid-19 dalam sepekan terakhir mencapai 12,8 persen. "Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,1 persen," ucap dia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.