DKI Gelar Pasar Murah 8-30 Maret di 55 Pasar dan 2 Toko Tani

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melayani pembeli saat program pangan murah di Pasar Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Ahad, 17 Januari 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas melayani pembeli saat program pangan murah di Pasar Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Ahad, 17 Januari 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaPemprov DKI Jakarta akan menggelar pasar murah sejumlah komoditas termasuk cabai untuk mengantisipasi tren kenaikan harga komoditas itu di Ibu Kota. Pasar murah ini akan diselenggarakan bersama Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian.

    Gelar Pangan Murah (GPM) ini menyasar produk pangan segar seperti beras, cabai merah keriting, cabai rawit merah, telur ayam, bawang merah, bawang putih, gula pasir, dan minyak goreng.

    "Pelaksanaannya pada 8-30 Maret 2021 di 55 lokasi pasar serta dua Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Klender dan TTIC Pasar Minggu," kata Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Suharini Eliawati di Jakarta, Senin 8 Maret 2021. 

    Harga cabai saat ini masih tinggi yakni sekitar Rp122.438 per kilogram dan Rp 58.228/kg. "Harga GPM pasti jauh dari harga pasar. Kualitas baik dan murah. Untuk harga cabe rawit merah dijual Rp75.000/kg, cabai merah keriting dijual Rp50.000/kg," katanya.

    Pelaksanaan GPM juga menjual pangan lain yaitu:
    1). Beras 5 kg = Rp44.000
    2). Bawang Merah Rp25.000/kg
    3). Bawang Putih Rp19.500/kg
    4). Gula Pasir Rp12.000/kg
    5). Telur Ayam Rp22.500/kg
    6). Minyak Goreng Rp11.500/900 ml

    "GPM ini merupakan upaya pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan murah terjangkau dengan kualitas baik, GPM juga merupakan bagian dari upaya penstabilan harga pangan. Diperkirakan selesai GPM harga cabai di Jakarta sudah berangsur turun normal kembali," lata Plt Kepala Dinas KPKP DKI itu.

    Masyarakat Jakarta tidak perlu panik karena kenaikan harga pangan karena Pemprov DKI Jakarta akan menjamin kecukupan pangan di Ibu Kota. 

    Stok pangan penting DKI Jakarta dalam menghadapi Ramadan, adalah: 

    1. Beras
    Ketersediaan 360.979 ton kebutuhan dan untuk satu bulan ke depan hanya perlu 103.833 ton.

    2. Daging sapi beku
    Ketersediaan 7.595 ton, kebutuhan satu bulan ke depan 5.609 ton

    3. Gula pasir
    Ketersediaan 21.751 ton, kebutuhan satu bulan ke depan 6.309 ton

    4. Bawang Putih
    Ketersediaan 1.722 ton,  kebutuhan satu bulan ke depan 1.522 ton

    5. Bawang merah
    Ketersediaan 2.500 ton, kebutuhan satu bulan ke depan 2.441 ton

    6. Minyak goreng
    Ketersediaan 7.977 ton, kebutuhan satu bulan ke depan 7.840 ton

    Baca juga: Banjir, Pasar Murah Cabai Rawit dan Bawang Digelar di Jabodetabek

    Pada persiapan pasar murah ini, Suharini mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan mengoptimalkan peran BUMD pangan dalam penyediaan pangan Jakarta. "BUMD harus menguasai stok pangan untuk jaminannya selain pemberdayaan para pelaku usaha pangan swasta yang menjadi mitra," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.