Ikut Vaksinasi Covid-19 di Kota Bogor, Pengemudi Ojek Online: Jadi Lebih Tenang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 kepada seorang pedagang di Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat, Selasa, 9 Maret 2021. Sebagai upaya memulihkan perekonomian di pasar tradisional, Pemerintah Kota Depok mulai melakukan vaksinasi COVID-19 dosis pertama kepada 60 orang pedagang di Pasar Cisalak Depok. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 kepada seorang pedagang di Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat, Selasa, 9 Maret 2021. Sebagai upaya memulihkan perekonomian di pasar tradisional, Pemerintah Kota Depok mulai melakukan vaksinasi COVID-19 dosis pertama kepada 60 orang pedagang di Pasar Cisalak Depok. TEMPO/M Taufan Rengganis

    "Setelah divaksin saya jadi lebih tenang. Saya tidak khawatir lagi bekerja, karena setiap hari harus berinteraksi dengan penumpang," ujar Bayu. 

    Bayu mendaftar vaksinasi Covid-19 melalui link pada website pemkotbogor.go.id dan mendapatkan jadwal penyuntikan melalui SMS. Ia berharap setelah mengikuti vaksinasi, kasus Covid-19 di Kota Bogor semakin menurun, pandemi segera hilang, dan ekonomi pulih.

    Dia akan mengingatkan temannya sesama pengemudi ojek online yang masih merasa takut agar mau divaksin. "Vaksin itu untuk meningkatkan imunitas dan kebaikan bersama, agar Covid-19 segera hilang," katanya.

    Baca juga: Vaksinasi Covid-19 yang Digelar Alumni Kolese Kanisius Diikuti 2.500 Lansia

    Pengemudi ojek online lain, Teza Adisaka (25 tahun) mengatakan selama proses skrining hingga vaksinasi berjalan lancar, tapi setelah disuntik vaksin dan menunggu sekitar 30 menit untuk observasi dirinya sempat merasa ngantuk. "Saya mendaftar untuk divaksinasi karena ingin tetap sehat dan bisa terus bekerja selama pandemi Covid-19 ini," katanya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.