Soal Bersepeda, Kemenhub: Tilang Nomor 30, Selamat Nomor 1

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepeda melintas di Jalan Sudirman, Jakarta, Ahad, 14 Februari 2021. Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pembangunan jalur sepeda permanen di ruas Jalan Sudirman - MH Thamrin. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pesepeda melintas di Jalan Sudirman, Jakarta, Ahad, 14 Februari 2021. Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pembangunan jalur sepeda permanen di ruas Jalan Sudirman - MH Thamrin. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Prasarana Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Wisal Wasal mengingatkan sanksi berupa tilang bagi pelanggaran bersepeda bukanlah yang utama. Sebab, tilang dijatuhkan kepada pesepeda yang kadung melanggar.

    Sementara itu, dampak tak menaati aturan gowes dapat berujung fatal, seperti kematian. "Tilang nomor 30, tapi selamat nomor 1," kata dia dalam diskusi virtual yang diunggah akun Youtube Kemenhub, Selasa, 9 Maret 2021.

    Wisal mengatakan, warga harus berpikir soal keselamatan. Pola pikir yang benar adalah bagaimana menghindari kecelakaan, bukan fokus pada sanksi.

    "Kalau begitu kecelakaan, kita menjadi korban, tidak ada bicara hukum. Sudah mati kita, sudah hancur kita," ujar dia.

    Dia kemudian mengutip data Korps Lalu Lintas Kepolisian RI atau Korlantas Polri soal kecelakaan lalu lintas pada 2020. Kecelakaan ini dialami oleh pengendara roda dua atau empat.

    Sepanjang 2020, Korlantas Polri mencatat terdapat 100.028 kecelakaan. Dari jumlah itu, 23.529 orang meninggal, 113.518 korban mengalami luka ringan, dan 10.751 luka berat. Kecelakaan ini banyak dialami warga usia 10-19 tahun dan 20-29 tahun. "Artinya di kelompok kawula muda cukup tinggi," ucap dia.

    Pada saat ini Pemprov DKI Jakarta telah membangun jalur sepeda permanen di ruas jalan Sudirman-Thamrin. Dishub DKI mencatat peningkatan jumlah pesepeda yang cukup signifikan di sepanjang ruas jalan tersebut. Jumlah kepadatan penduduk juga menjadi faktor mengapa jalur sepeda permanen ini diletakkan di daerah tersebut.

    Berdasarkan hasil riset melalui TC Pop-up bike lane di daerah ini terdapat sebanyak 3.647 pesepeda per hari pada weekday, sedangkan untuk weekend 11.320 pesepeda/hari data ini berdasarkan riset dari bulan Juni-Desember 2020.

    Baca juga: Simak Panduan Bersepeda Aman di Era New Normal Covid-19 versi Kemenhub

    Sedangkan hasil riset pada Juni-Januari 2021 terdapat 3.121 orang bersepeda di kawasan Sudirman-Thamrin per hari ketika weekdays, sedangkan pada weekend terdapat 23.464 pesepeda/hari.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.