Tak Bisa Pentas Saat Pandemi, Seniman Betawi di Condet Gelar Pertunjukan Virtual

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah seniman gambang kromong saat mengikuti proses taping untuk ditampilkan secara daring dalam Roadshow Pesona Seni Budaya Betawi Untuk Indonesia di kawasan Depok, Ahad, 15 November 2020. Acara tersebut juga sebagai upaya untuk mengenalkan budaya betawi kepada masyarakat khususnya generasi milenial. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah seniman gambang kromong saat mengikuti proses taping untuk ditampilkan secara daring dalam Roadshow Pesona Seni Budaya Betawi Untuk Indonesia di kawasan Depok, Ahad, 15 November 2020. Acara tersebut juga sebagai upaya untuk mengenalkan budaya betawi kepada masyarakat khususnya generasi milenial. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Para seniman Betawi di Condet beradaptasi memanfaatkan teknologi untuk tetap bisa menyelenggarakan pertunjukan di masa Pandemi Covid-19. Pemimpin Sanggar Pelangi
    di Condet, Jakarta Timur, Wiwid Kartika mengatakan sanggar yang dipimpinnya kehilangan banyak jadwal pentas karena pandemi selama hampir setahun ini. 

    Untuk bisa tetap berkreativitas, Wiwid memilih mengadakan pertunjukan musik secara virtual melalui YouTube Sanggar Pelangi. "Di masa pandemi ini kita tetap berkarya. Bagaimana caranya teman-teman biar tetap ada kegiatan. Akhirnya saya bikin pentas amal virtual," kata Wiwid di Sanggar Pelangi, Jakarta, Selasa 9 Maret 2021.

    Wiwid menampilkan salah satu musik tradisional khas Betawi Samrah secara virtual yang dikemas dengan konsep penggalangan dana. Hasil dari penggalangan dana itu diberikan untuk pelaku musik tradisional di Sanggar Pelangi yang terdampak pandemi.

    "Sementara ke anggota kita dulu, kalau ada kelebihan kita bagikan sembako. Kita cari informasi misalnya teman-teman pemusik ada yang kesusahan, kita bantu dari hasil donasi itu," ujar Wiwid.

    Selama satu tahun pandemi, Wiwid telah membuat empat kali pertunjukan daring dengan dukungan dari Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur.

    "Mereka senang juga dengan kita mengadakan ini bahwa tanpa anggaran kita masih bisa berkarya," imbuh Wiwid.

    "Dukungan dari Pemda bagus ya. Kita dikasih tempat, dikasih fasilitas, kita juga dikasih Wi-Fi untuk streaming, kan butuh internet," katanya.

    Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur Hasanuddin mengatakan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh bagi para pelaku seni tradisional untuk tetap dapat berkarya di masa pandemi.

    "Kami dari Sudin selalu memotivasi mereka untuk tetap bersemangat. Jangan gara-gara ini mereka kehilangan motivasi untuk berkarya. Itu sudah kita lakukan sejak bulan April 2020 hingga sekarang," ujar Hasanuddin.

    Baca juga: DKI Akan Masukkan Muatan Lokal Budaya Betawi dalam Kurikulum

    Dia menambahkan bahwa selama pandemi ini Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur rutin melakukan kunjungan ke berbagai sanggar kesenian Betawi untuk melakukan pembinaan. "Kami lakukan terus kunjungan, pembinaan ke sanggar-sanggar di Jakarta Timur. Alhamdulillah mereka sadar dengan apa yang pemerintah sampaikan," kata Hasanuddin.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.