Temui Luhut, Anies Minta Dukungan Penanganan Banjir, Transportasi hingga Wisata

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah ditunjuk sebagai Menteri Perhubungan pengganti Budi Karya Sumadi yang terindikasi positif Corona. REUTERS/Darren Whiteside

    Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah ditunjuk sebagai Menteri Perhubungan pengganti Budi Karya Sumadi yang terindikasi positif Corona. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kemarin, Rabu, 10 Maret 2020. Dalam pertemuan yang diadakan di kantor Luhut, Anies menyatakan permohonan dukungan pemerintah terhadap beberapa persoalan di Jakarta. 

    "Pak Anies sampaikan kepada saya bahwa beliau meminta dukungan pemerintah pusat terkait tiga hal yang jadi permasalahan utama Pemprov DKI," ujar Luhut melalui akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan, pada Rabu, 10 Maret 2020.  

    Permasalahan pertama yang Anies mintai dukungan terkait pengendalian banjir di Jakarta yang disebabkan tiga hal, yaitu rob, tanggul, dan sungai. Luhut mengatakan banjir di Jakarta memerlukan pengendalian dari hulu, Jakarta, aktivasi rumah pompa, dan optimalisasi drainase di Ibu Kota. 

    Yang tak kalah penting, kata Luhut, adalah penanganan sampah dan limbah di Jakarta yang penanganannya perlu secara tepat. Ia menjamin jika semua sarannya dilakukan secara beriringan, banjir di Jakarta bisa teratasi.

    Persoalan kedua yang Anies mintai saran kepada Luhut adalah pengembangan transportasi. Menurut Kuhut, sistem transportasi di Jakarta perlu terus diintegrasikan termasuk pembangunan trase-trase infrastruktur transportasi publik, demi kemudahan mobilitas warga Ibukota dan Jabodetabek. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.