Kurangi Ketergantungan ke Bantargebang, 4 ITF Bakal Dibangun di Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan groundbreaking pembangunan ITF Sunter, Jakarta Utara, pada Kamis, 20 Desember 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan groundbreaking pembangunan ITF Sunter, Jakarta Utara, pada Kamis, 20 Desember 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun empat Intermediate Treatment Facility (ITF) di dalam kota untuk mengurangi ketergantungan ke Bantargebang

    Dua Badan Usaha  Milik Daerah (BUMD) DKI, yaitu PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Perumda Sarana Jaya mendapat penugasan untuk membangun empat fasilitas pengelolaan sampah itu di bawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup (Dinas LH). 

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas LH Jakarta Syaripudin mengatakan empat ITF itu diharapkan dapat mengurangi volume sampah dengan pengolahan berbasis teknologi yang dapat menghasilkan energi terbarukan. 

    PT Jakpro mendapat tugas untuk membangun ITF Sunter sebagai pusatnya dan ITF Wilayah Layanan Barat. "ITF Wilayah Layanan Timur dan Selatan berdasarkan Pergub 71/2020 penugasannya kepada Perumda Sarana Jaya,” kata Syaripudin melalui keterangan tertulisnya pada Jumat, 12 Maret 2021. 

    ITF wilayah layanan barat bakal dirancang mampu mengolah sampah 2 ribu ton per hari dengan efisiensi 80 persen. PT Jakpro akan bekerja sama dengan konsorsium PT Wijaya Karya dan PT Indoplas Karya Energ untuk membangun ITF tersebut. Proses pemilihan mitra dipastikan sudah sesuai dengan prosedur, terbuka, dan transparan. 

    ITF di wilayah layanan timur dan selatan ditargetkan mereduksi sampah 70-90 persen.

    Sedangkan ITF Sunter sebagai pusatnya, mampu mengurangi sampah hingga 2.200 ton per hari dan menghasilkan energi listrik sebesar 35 mega watt.

    Dengan empat ITF ini, ketergantungan DKI terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Bantargebang dapat diminimalisir. “Proyek ini juga mampu menjadi salah satu upaya untuk memanfaatkan sampah menjadi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat Jakarta,” kata Syaripudin. 

    Baca juga: Sebut ITF Membahayakan, ICEL: Bayangkan jika Pemain Persija Keracunan Dioksin

    Jumlah sampah Jakarta yang masuk ke TPST Bantar Gebang per hari terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Dinas LH, Jakarta, pada tahun 2014 sebanyak 5.665 ton sampah per hari dikirim ke Bantargebang. Pada tahun 2015 tercatat sebesar 6.419 ton sampah per hari, tahun 2017 sebanyak 6.875 ton sampah per hari, tahun 2018 7.453 ton sampah per hari, tahun 2019 sebanyak 7.702 ton sampah per hari, dan tahun 2020 sebanyak 7.424 ton sampah per hari. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H