Wagub DKI Soal Pariwisata hingga Karaoke Dibuka Lagi: Itu Maunya Pusat

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wagub DKI Jakarta Riza Patria menghadiri peluncuran

    Wagub DKI Jakarta Riza Patria menghadiri peluncuran "Program Beasiswa 1.000 Sarjana untuk Generasi Muda DKI Jakarta" yang diinisiasi oleh Akademi Teknik Informatika Tunas Bangsa Jakarta, Selasa, 24 November 2020. Dari hasil penelusuran kontak Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Riza terkonfirmasi positif Covid-19 karena tertular dari staf pribadinya yang tertular dari lingkungan keluarganya. Instagram

    Jakarta - Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pemerintah mulai merelaksasi kebijakan pembatasan sosial berskala besar di Ibu Kota.

    Relaksasi PSBB dilakukan secara bertahap dengan memulai pembukaan kembali tempat pariwisata hingga tempat hiburan ke depannya.

    "Memang ada keinginan dari Pempus, kita lihat di berbagai media bahwa mulai dibuka tempat-tempat pariwisata di PPKM," kata Riza di Balai Kota DKI, Jumat, 12 Maret 2021.

    Pemerintah DKI pun juga mulai membuka tempat pariwisata di Ibu Kota, seperti Tamar Margasatwa Ragunan, museum, dan lainnya.

    ADVERTISEMENT

    "Nah ke depan sedang direncanakan dibuka tempat-tempat hiburan lainnya diantaranya karaoke keluarga. Ini sedang kami konsultasikan, diskusikan," ujarnya.

    Baca juga : Wagub DKI Akui Lahan di Munjul Dibeli Sarana Jaya Buat Program Rumah DP Nol Rupiah, Ini Detailnya

    Keputusan pembukaan tempat hiburan itu akan segera diumumkan pada evaluasi perpanjangan PSBB yang jatuh pada 22 Maret mendatang. Riza memberikan kesempatan semua pihak untuk memberikan masukan maupun kritik terhadap rencana tersebut.

    "Prinsipnya Pak Gubernur saya dan jajaran sebelum ambil keputusan akan mendengar semua pihak dan bersama-sama pempus akan diputuskan yang terbaik bagi semua," demikian Wagub DKI.

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?