Sekolah Tatap Muka Mulai Juli 2021, Begini Respons Orang Tua Murid di Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Guru membagikan buku pelajaran kepada pelajar pada hari pertama sekolah tatap muka di SD Negeri 42, Banda Aceh, Aceh, Senin, 4 Januari 2021. Mayoritas lembaga pendidikan tingkat SD, SMP dan SMA di provinsi Aceh mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan sistim bergiliran dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

    Guru membagikan buku pelajaran kepada pelajar pada hari pertama sekolah tatap muka di SD Negeri 42, Banda Aceh, Aceh, Senin, 4 Januari 2021. Mayoritas lembaga pendidikan tingkat SD, SMP dan SMA di provinsi Aceh mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan sistim bergiliran dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana pemerintah membuka kembali sekolah tatap muka di masa pandemi Covid-19 mengundang pendapat beragam di kalangan orang tua murid. Rahmi Yunita, seorang orang tua murid di Jakarta, menyatakan mendukung rencana itu.

    Menurut Rahmi, tak semua daerah bisa dipukul rata dapat menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena keterbatasan kapasitas. "Jadi sebenarnya ada inefisiensi luar biasa dengan merumahkan anak-anak," kata dia saat dihubungi, Minggu, 14 Maret 2021.

    Rahmi menilai, sekolah justru berkesempatan mengajarkan anak-anak agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Misalnya dengan memberi tahu anak untuk menjaga jarak di sekolah dan tak memuncratkan air liur saat berbicara.

    Disiplin menerapkan protokol itu juga sebenarnya bisa diajarkan selama PJJ. Sayangnya, guru-guru melewatkan kesempatan tersebut.

    Ibu tiga anak ini berujar sudah banyak anak-anak yang kini bermain di lingkungannya tanpa memakai masker.

    "Kenapa kemudian kita jadi takut sekolah akan menjadi tempat penularan? Padahal sekolah dan orang tua di rumah tidak berhasil mendidik anak-anak kita untuk mematuhi protokol kesehatan di dalam lingkungan," kata wanita 46 tahun ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.