Nasib Interpelasi Banjir untuk Anies Baswedan, PSI: Gayung Tak Bersambut

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau kesiapan Rumah Pompa Dukuh Atas, menghadapi puncak musim hujan, 24 Januari 2021. Dok Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau kesiapan Rumah Pompa Dukuh Atas, menghadapi puncak musim hujan, 24 Januari 2021. Dok Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta tak mendapat dukungan dari partai lain untuk menggunakan hak interpelasi terhadap Anies Baswedan soal penanganan banjir. Wakil Ketua Fraksi PSI Justin Adrian Untayana mengatakan, tidak ada kabar dari fraksi-fraksi yang sudah diajak bicara.

    "Gayung tak bersambut sepertinya," kata dia saat dihubungi, Selasa, 16 Maret 2021.

    Sebelumnya, PSI telah melobi beberapa fraksi agar menggunakan hak interpelasi. Menurut dia, sudah ada ketua fraksi yang sepakat secara pribadi, tapi harus didiskusikan ke anggota internal terlebih dulu.

    Namun, hingga kini partai yang didominasi anak muda itu tidak juga mendapat kabar dari fraksi lain di Kebon Sirih.

    Walau begitu, Justin berujar, PSI tetap akan berjuang saat pembahasan anggaran dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) soal banjir.

    "Hal-hal terkait banjir lainnya seperti bila nanti ada pembahasan lebih lanjut tentang RPJMD perubahan yang menghapuskan agenda banjir dari bab IX tentang Kegiatan Strategis Daerah, kami akan tetap fight," jelas anggota Komisi D Bidang Pembangunan DPRD ini.

    Sebelumnya, Fraksi PSI menyatakan akan menggunakan hak interpelasi untuk mempertanyakan program penanggulangan banjir di Ibu Kota. Fraksi PSI menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak serius dalam menanggulangi banjir di DKI.

    Baca juga: Setelah Kritik Anies Baswedan, PSI Sebut Ikhlas Dihina Asal Banjir Jakarta Teratasi

    "PSI menilai Gubernur Anies Baswedan tidak menjalankan amanah penanggulangan banjir, bahkan diduga dengan sengaja menghambat kerja di dinas-dinas Pemprov DKI untuk mencegah banjir," kata Justin melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 25 Februari 2021.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.