Desak Anies Jual Saham PT Delta Tahun Ini, PAN: Kalau Tidak Utang Sejarah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gedung DPRD DKI Jakarta. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi gedung DPRD DKI Jakarta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta berharap Gubernur DKI Anies Baswedan bisa menyelesaikan pelepasan saham PT Delta Djakarta Tbk, tahun ini. "Kami akan akan terus mengawal agar tahun ini saham PT Delta bisa dilepas," kata Ketua Fraksi PAN DPRD DKI, Bambang Kusumanto melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 16 Maret 2021.

    Menurut dia, tahun ini merupakan waktu yang pas untuk melepas saham Pemerintah DKI. Tahun depan, masa jabatan gubernur dan wakil gubernur DKI akan berakhir dan akan diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) yang tidak bisa mengambil kebijakan strategis seperti pelepasan saham bir.

    Baca: Tiga Alasan Pemprov DKI Mau Jual Saham Bir PT Delta, Ketua DPRD Keukeuh

    “Jika ditunda lagi sampai tahun depan, kemungkinan pelepasan saham ini tidak akan pernah terjadi, dan ini akan menjadi utang sejarah kepada masyarakat,” ujar Bambang. Pemerintah DKI mempunyai 26,25 persen atau 210 juta lembar saham di perusahaan minuman keras itu.

    Bambang menilai DPRD DKI sudah bisa membahas pelepasan saham itu. Empat fraksi yang setuju adalah Fraksi PAN, Fraksi PKS, Fraksi Golkar dan Fraksi Gerindra.

    Dari lima fraksi yang sepakat divestasi, jika dikalkulasikan berdasarkan anggota sudah ada 50 anggota dari 106 anggota DPRD. “Itu, sudah lebih dari cukup menjadi dasar DPRD DKI Jakarta untuk segera membahas.”

    Bambang mengatakan bahwa pelepasan saham Pemerintah DKI pada PT Delta Djakarta bukan persoalan untung rugi. "Ada yang lebih mendasar dari itu, sebagai penyelenggara negara kita wajib menjaga generasi penerus dari kerusakan moral akibat minuman keras."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.