Berangkat Kerja Naik MRT, Anies Baswedan: Protokol Kesehatan Ketat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Anies Baswedan menaiki MRT Jakarta menuju kantornya/Dok Facebook Anies

    Gubernur DKI Anies Baswedan menaiki MRT Jakarta menuju kantornya/Dok Facebook Anies

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Anies Baswedan lewat unggahan di akun Facebook-nya menceritakan dirinya yang pagi ini, Rabu, 17 Maret 2021, berangkat ke Balai Kota menggunakan Moda Raya Terpadu (MRT) Ratangga.

    Anies mengatakan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat bagi para penumpang. “Semua penumpang diukur suhunya dan wajib memakai masker dengan benar. Ketika di dalam Ratangga pun dilarang mengobrol maupun berbicara melalui telepon,” tulis Anies dalam unggahannya. 

    Kapasitas MRT Jakarta, kata Anies, sebelum berlakunya protokol kesehatan ketat adalah 144-158 penumpang baik yang duduk maupun berdiri. Jumlah itu berkurang hingga menjadi 62-67 penumpang dalam 1 kereta begitu protokol ketat diberlakukan saat pandemi. 

    Baca juga: Dirut MRT: Sepeda Non Lipat Boleh Masuk Kereta MRT Mulai 24 Maret

    “Pengurangan jumlah tersebut bertujuan untuk membuat penumpang dapat menjaga jarak satu sama lain di kereta,” tutur dia. Dalam unggahan tersebut terdapat pula sejumlah foto yang menggambarkan suasana saat Anies berada di dalam MRT Ratangga. Terlihat ada satu bangku kosong di antara para penumpang sebagai bentuk menjaga jarak. 

    Pada unggahan yang sama Anies juga menyampaikan keuntungan menggunakan MRT sebagai moda transportasi. Dirinya mengatakan terbebas dari macet sehingga memiliki waktu lebih sebelum sampai ke Balai Kota. 

    “Turun di Stasiun Dukuh Atas untuk ngobrol sebentar dengan Pak Dhany Sukma, Wali Kota Jakarta Pusat. Kami sambil inspeksi beberapa fasilitas publik di sekitar Stasiun Dukuh Atas,” ujar Anies Baswedan.

    ADAM PRIREZA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.