1.629 Hektare Lahan PTPN VIII di Megamendung dan Cisarua Dikuasai 250 Okupan

Petugas gabungan dan relawan tengah membersihkan perkampungan karyawan kebun teh PTPN VIII, setelah banjir bandang yang menyebabkan longsor menyapu kampung tersebut di Tugu Selatan, Cisarua, Kabuparen Bogor, Rabu 20 Januari 2021. TEMPO/M.A MURTADHO

TEMPO.CO, Bogor - Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara atau PTPN VIII Muhamad Yudayat menyatakan ada 1.629 hektare lahan milik PTPN yang dikuasai pihak ketiga. Lahan yang dikuasai penyerobot itu berada di tujuh desa di Kecamatan Cisarua dan Megamendung. 

"Kami lakukan pelbagai cara untuk menyelamatkan aset kami yang merupakan milik negara ini, dengan upaya mediasi dan juga somasi. Semoga yang belum mengembalikan, segera sadar dan dengan sukarela mengembalikan lahan negara ke PTPN," kata Yudayat di Gunung Mas, Puncak, Bogor. Jumat, 19 Maret 2021. 
    
Kuasa hukum PTPN VIII Ikbar Firdaus Nurahman mengatakan total ada 250 okupan yang menguasai lahan. Semuanya sudah diberi somasi. Bahkan 27 orang sudah dilaporkan ke Polda Jawa Barat dan Bareskrim Polri.

Ikbar menyebut setelah pelaporan itu ada sekitar 15 orang yang sudah mengembalikan lahan PTPN. Dia berharap para okupan mengembalikan aset milik negara itu. "Karena kalau tidak kami akan lanjutkan prosesnya ke ranah hukum, kini sudah ada dua yang prosesnya naik ke penyidikan di Polda Jabar," kata Ikbar. 

Selain masalah penyerobotan tanah, pada ulang tahun ke-25 ini, PTPN VIII juga menghadapi masalah lahan kritis. Usai banjir bandang Cisarua, PTPN kembali menanami lahan kritis yang berada di wilayah HGU yang mereka kelola, khususnya wilayah Puncak yang mengalami erosi dan rawan banjir serta longsor.

Dirut PTPN VIII Muhamad Yudayat menyatakan sudah menyiapkan 1.721.000 bibit pohon. "Akan kami tanam di lahan yang sudah kritis, kurang lebih ada 2.151 hektare lahan kami yang kritis," kata Yudayat di Gunung Mas, Puncak, Bogor. Jumat, 19 Maret 2021.

Baca juga: PTPN VIII Akan Digugat Soal Lahan Megamendung, Kuasa Hukum: Itu Mafia Tanah

Penghijauan kembali lahan kritis PTPN VIII ini akan dilakukan secara bertahap selama tiga tahun, dimulai di bekas lokasi bencana banjir bandang Cisarua di Gunung Mas, Puncak. "Bencana banjir ini menjadi kekhawatiran bagi kami, penanaman pohon ini menjadi upaya kami dalam rangka mengembalikan fungsi lahan sebagai daerah resapan air," ucap Yudayat. 

M.A MURTADHO






Pamannya jadi Tersangka Penyerobotan Tanah, Wanda Hamidah: Aneh tapi Nyata

6 hari lalu

Pamannya jadi Tersangka Penyerobotan Tanah, Wanda Hamidah: Aneh tapi Nyata

Keluarga Wanda Hamidah dan Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto S Soerjosoemarno sedang memperebutkan rumah di CIkini, Jakarta Pusat


Seluk-beluk Somasi

7 hari lalu

Seluk-beluk Somasi

Istilah somasi dalam Kitab Undang-undang alias KUH Perdata tidak disebutkan secara eksplisit.


Sengketa Lahan dengan Ketua Pemuda Pancasila, Paman Wanda Hamidah jadi Tersangka

10 hari lalu

Sengketa Lahan dengan Ketua Pemuda Pancasila, Paman Wanda Hamidah jadi Tersangka

Keluarga Wanda Hamidah dan Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno sedang memperebutkan sebuah rumah di Cikini


Disomasi Balik Mantan ART, Nathalie Holscher: Selesaikan Secara Kekeluargaan

23 hari lalu

Disomasi Balik Mantan ART, Nathalie Holscher: Selesaikan Secara Kekeluargaan

Nathalie Holscher mengaku ingin menyelesaikan permasalahannya dengan Wati secara kekeluargaan tanpa ada pihak lain termasuk pengacara.


Merasa Difitnah dan Dirugikan, Nathalie Holscher Somasi Mantan ART

37 hari lalu

Merasa Difitnah dan Dirugikan, Nathalie Holscher Somasi Mantan ART

Nathalie Holscher mengungkapkan kalau mantan asisten rumah tangganya memiliki sifat iri dan memang sering menggerutu di status media sosial.


Pencarian Siswi SMP IT Al Hikmah Depok yang Hanyut di Bogor Dilanjutkan

43 hari lalu

Pencarian Siswi SMP IT Al Hikmah Depok yang Hanyut di Bogor Dilanjutkan

Sebanyak empat siswa SMP IT Al Hikmah, Depok hanyut saat melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Curug Kembar, Cisarua, Kab Bogor


Vila Rahmat Effendi di Puncak Disita, Aktivis Minta Lahannya Dijadikan Hutan Resapan

43 hari lalu

Vila Rahmat Effendi di Puncak Disita, Aktivis Minta Lahannya Dijadikan Hutan Resapan

Pengadilan Tipikor memvonis mantan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pidana 10 tahun dan menyita salah satu asetnya, yakni Jasmin Glamping


Empat Siswa Hanyut di Bogor, Pemkot Depok Minta Sekolah Setop Kegiatan di Alam

44 hari lalu

Empat Siswa Hanyut di Bogor, Pemkot Depok Minta Sekolah Setop Kegiatan di Alam

Empat siswa SMP IT Al Hikmah, Depok, hanyut terbawa arus sungai saat mengikuti kegiatan LDKS di Curug Kembar, Cisarua, Kabupaten Bogor


Siswa Korban Hanyut di Curug Kembar Bogor saat LDKS Dimakamkan Siang Ini

44 hari lalu

Siswa Korban Hanyut di Curug Kembar Bogor saat LDKS Dimakamkan Siang Ini

Empat siswa SMP IT Al Hikmah, Depok, hanyut terbawa arus sungai saat mengikuti kegiatan LDKS di Curug Kembar, Cisarua, Kabupaten Bogor


10 Vila di Puncak Bogor Bakal Dibongkar, Langgar Garis Sempadan Sungai Ciliwung

45 hari lalu

10 Vila di Puncak Bogor Bakal Dibongkar, Langgar Garis Sempadan Sungai Ciliwung

BBWSCC meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bogor menertibkan vila yang melanggar Garis Sempadan Sungai (GSS) Ciliwung Cisadane.