MRT Jakarta Bangun Fase 2 Mulai Lusa, Ini Detail Rekayasa Lalu Lintas di Thamrin

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunan skybridge di Halte TransJakarta Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) koridor 13, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020. Skybridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) yang akan terintegrasi antara Stasiun MRT ASEAN dengan Halte TransJakarta CSW tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pekerja menyelesaikan pembangunan skybridge di Halte TransJakarta Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) koridor 13, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020. Skybridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) yang akan terintegrasi antara Stasiun MRT ASEAN dengan Halte TransJakarta CSW tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - PT MRT Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas mulai 22 Maret-30 Juni 2021 di lokasi pembangunan MRT Fase 2A untuk paket kontrak 201 atau CP 201 Bundaran HI-Harmoni.

    Rekayasa lalu lintas ini merupakan imbas dari pengerjaan konstrusi proyek tersebut.

    "PT MRT Jakarta (Perseroda) memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan ini berlangsung," kata pelaksana tugas Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Ahmad Pratomo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 20 Maret 2021.

    Pengalihan arus berlaku di sepanjang Jalan M.H. Thamrin, mulai dari Gedung Sinarmas hingga Kementerian ESDM. Berikut rinciannya:

    A. Pekerjaan konstruksi persiapan terowongan pada sisi utara Stasiun Bundaran HI

    1. Pengalihan lalu lintas tahap 1-4, periode 22 Maret – 14 April 2021. Pada tahap ini, kontraktor mengerjakan perkuatan tanah untuk akses peluncuran mesin bor terowongan atau TBM (Tunnel Boring Machine) dan pembongkaran pile atau sheet pile sisi barat.
    a. Jalan M.H Thamrin sisi barat dari arah Kota, persisnya depan Gedung Lippo Thamrin hingga Menara Topas yang semula terdiri dari empat lajur kendaraan regular dan satu lajur Transjakarta dibagi menjadi dua, yaitu sisi kiri median tengah dan sisi kanan median tengah.

    Dengan konfigurasi sisi kiri median tengah menjadi tiga jalur kendaraan regular dan sisi kanan median tengah menjadi satu lajur campur (mixed traffic) kendaraan regular dan bus Transjakarta.

    b. Di depan Gedung Menara Topas hingga depan Bawaslu kembali menjadi empat lajur kendaraan regular dan satu lajur Transjakarta.

    c. Setelah Gedung Bawaslu tepatnya di depan Gedung Jaya, lajur kendaraan dibagi menjadi dua, yaitu sisi kiri median tengah dan sisi kanan median tengah. Jalan sisi kiri median tengah merupakan satu jalur mixed traffic untuk kendaraan pribadi dan bus transjakarta, lalu dua lajur khusus kendaraan pribadi. Sementara di sisi kanan hanya satu lajur untuk kendaraan pribadi.

    d. Sementara Jalan M.H Thamrin sisi timur (arah Blok M) di depan Gedung Sinarmas yang semula terdiri dari empat lajur kendaraan regular dan satu lajur Transjakarta dibagi menjadi sisi kiri median tengah dan sisi kanan median tengah.

    Alhasil, di sisi kiri tersedia tiga lajur untuk kendaraan pribadi. Lalu di sisi kanan terdiri dari satu lajur kendaraan pribadi dan satu jalur campuran.

    2. Pengalihan lalu lintas tahap 1-4A, periode 15 April – 30 April 2021. Jenis pekerjaan masih sama dengan pengalihan arus pertama.
    a. Jalan M.H Thamrin sisi barat (arah Kota) di depan Gedung Lippo Thamrin hingga Menara Topas dibagi dua menjadi sisi kiri median tengah dan sisi kanan median tengah.

    Dengan konfigurasi, sisi kiri median tengah menjadi tiga jalur kendaraan regular dan sisi kanan median tengah menjadi satu lajur campur antara lajur Transjakarta dan kendaraan regular.

    b. Sementara di depan Menara Topas hingga Gedung Bawaslu jalanan kembali menjadi lima lajur untuk mixed traffic.

    c. Terjadi pergeseran lajur pada persimpangan Jalan MH. Thamrin-Jalan Wahid Hasyim (persimpangan Sarinah).

    d. Jalan M.H Thamrin sisi barat (arah Kota) di depan Gedung Jaya memiliki konfigurasi yang sama dengan tahap 1-4.

    e. Jalan M.H Thamrin sisi timur (arah Blok M) di depan Gedung Sinarmas memiliki konfigurasi yang sama dengan tahap 1-4.

    3. Pengalihan lalu lintas tahap 1-4B, periode 1 May 2021 – 4 Juni 2021. Pada tahap ini, kontraktor masih memasang dinding penahan sekaligus membongkar sheetpile sisi timur dan barat.
    a. Jalan M.H Thamrin sisi barat (arah Kota) mulai dari Gedung Lippo Thamrin hingga Gedung Bawaslu tetap sama dengan konfigurasi lajur kendaraan pada tahap 1-4A.

    b. Jalan M.H Thamrin sisi barat (arah Kota) di depan Gedung Jaya berubah menjadi 4 lajur kendaran regular dan 1 lajur campur (mixed traffic) antara lajur Transjakarta dan kendaraan regular (4+1).

    c. Jalan M.H Thamrin timur (arah Blok M) di depan Menara Cakrawala yang semula terdiri dari 5 lajur kendaraan regular dan 1 lajur Tranjakarta (5+1), dibagi 2 menjadi sisi kiri median tengah dan sisi kanan median tengah. Dengan konfigurasi sisi kiri median tengah menjadi 3 lajur kendaraan regular, dan sisi kanan median tengah menjadi 1 lajur Transjakarta (3+1).

    d. Di depan Sinarmas lajur dibagi 2 menjadi sisi kiri median tengah dan sisi kanan median tengah. Sisi kiri median tengah menjadi 4 lajur kendaraan regular, dan sisi kanan median tengah menjadi 1 lajur mixed Transjakarta.

    B. Rekayasa lalu lintas konstruksi Stasiun Thamrin MRT Jakarta
    1. Pengalihan Lalu Lintas tahap 1-2B, periode 1 April – 31 Mei 2021:
    a. Jalan M.H. Thamrin sisi barat (arah Kota) mulai dari depan BPPT hingga halte sementara Transjakarta Bank Indonesia tetap sama dengan kondisi lalu lintas yang ada saat ini.
    b. Jalan M.H Thamrin sisi timur (arah Blok M) mulai dari depan Kementrian ESDM hingga halte sementara Transjakarta Thamrin 10 tetap sama dengan kondisi lalu lintas yang ada saat ini.

    Baca juga : Begini MRT Jakarta Manjakan Komunikasi Penumpang Selama Perjalanan

    2. Pengalihan lalu lintas tahap 1-2C, periode 1 Juni – 30 Juni 2021:
    c. Jalan M.H. Thamrin sisi barat (arah Kota) mulai dari depan BPPT hingga depan Bank Indonesia yang semula terbagi menjadi 2 lajur kendaraan regular dan 1 lajur Transjakarta di sisi kiri median dan 2 lajur regular di sisi kanan median tengah, berubah menjadi 4 lajur kendaraan regular dan 1 lajur campur (mixed traffic) antara lajur Transjakarta dan kendaraan regular (4+1).
    d. Jalan M.H. Thamrin arah Selatan mulai dari depan Kementrian ESDM hingga depan Thamrin 10 yang semula terdiri dari 5 lajur kendaraan regular dan 1 lajur khusus
    Transjakarta (5+1), berubah menjadi 4 lajur kendaraan regular dan 1 lajur campur (mixed traffic) antara lajur Transjakarta dan kendaraan regular (4+1).
    e. Pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan perkuatan tanah berupa power blender, jet grouting dan pemasangan dinding diafragma sebagai struktur penahan tanah untuk konstruksi Stasiun Thamrin.

    Ahmad menuturkan, progres pembangunan Stasiun Thamrin sudah memasuki tahap relokasi drainase.

    Selain itu, kontraktor tengah mempersiapkan pembangunan dinding penahan tanah atau Diaphragm Wall (D-Wall), seperti soil pit, silo foundation dan persiapan tunneling. Proses pemasangan D-Wall juga sedang berlangsung di Stasiun MRT Jakarta Monas di Jakarta Pusat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.