Pidato Kapolda Metro Jaya, Larang Kawal Moge hingga Polantas Bisa Jadi Kapolsek

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran menyampaikan sejumlah instruksi dan terobosan saat berpidato dalam peluncuran tilang elektronik alias E-TLE Mobile Polda Metro Jaya pada Sabtu, 20 Maret 2021.

    Kepada personel Ditlantas Polda Metro Jaya di Lapangan Ditlantas PRESISI Polda Metro Jaya, Jenderal Fadil berbicara soal larangan sahur on the road selama Ramadan 2021 hingga membuka peluang polisi lalu lintas menjadi kapolsek. 

    Berikut adalah rangkuman pidato Kapolda Metro Jaya Inspektur Jendeal Fadil Imran:

    1. Jauhi gaya hidup hedonis
    Fadil Imran meminta polisi tidak menunjukkan gaya hidup mewah di tengah masyarakat. Menurut dia, masyarakat sudah sangat kritis dalam memberikan penilaian.

    "Saya mengimbau kepada anggota Lantas (lalu lintas) khususnya unsur pimpinan, penyelia lapangan, supervisor, penjamin kualitas layanan. Anda menjadi etalase anggota, berikan contoh gaya hidup yang sederhana, hindari gaya hidup hedonis."

    BacaKapolda Metro Jaya: Tindak Tegas Sunmori yang Ugal-ugalan

    2. Dilarang bekerja di luar struktur
    Ia memerintahkan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya agar mengevaluasi anggota yang banyak bekerja di luar struktur.

    Kapolda Fadil mengatakan polisi tidak boleh menggantungkan dirinya kepada orang lain. Polisi harus percaya dengan kemampuan sendiri.

    3. Polantas bisa menjadi kapolsek
    Kapolda Metro Jaya Fadil Imran menyatakan bakal membuka kesempatan kepada perwira di Direktorat Lalu Lintas untuk memimpin wilayah sebagai kepala kepolisian sektor. Selama ini perwira di bagian lalu lintas belum memiliki kesempatan menjadi Kapolsek.

    "Pada kesempatan ini saya perintahkan kepada Karo SDM dan kepada Dirlantas untuk melaksanakan assesment kepada perwira lantas yang memiliki kesempatan untuk menjadi Kapolsek," ucap bekas Kapolda Jawa Timur itu.

    4. Larang polisi kawal konvoi moge hingga sepeda
    Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran menegaskan kebijakan melarang anggota Ditlantas melakukan pengawalan rombongan baik mobil mewah, motor gede atau moge, maupun sepeda.

    "Mari bangun tradisi baru bahwa Polri berdiri untuk semua masyarakat," ucapnya.

    Fadil menuturkan beberapa konvoi mobil mewah hingga sepeda yang dikawal polisi menjadi perhatian publik. Jika itu dibiarkan akan menimbulkan kecemburuan sosial.

    "Saya tidak ingin, Kasubdit Pamwal, ada anggotanya mengawal pesepeda di jalan raya sehingga menjadi prioritas dan menghambat pengguna jalan lain.

    5. Jangan konvoi sunmori ugal-ugalan
    Fadil Imran pun memerintahkan seluruh jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya agar menindak dan membubarkan kegiatan jalan-jalan bersepeda motor pada Minggu pagi (Sunday morning ride/Sunmori) yang tidak tertib.

    "Demikian juga prilaku berkendara yang penuh dengan risiko, ada 'night ride', ada Sunmori atau 'Sunday morning ride'. Hilangkan! Lakukan edukasi, sosialisasi agar perilaku ini tidak dinodai dengan prilaku-prilaku berkendara yang penuh dengan risiko," tutur Fadil.

    6. Larang sahur on the road
    Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran meminta jajarannya mencegah kegiatan sahur on the road selama Ramadan 2021 di tengah wabah Covid-19.

    Dia memerintahkan sosialisasi dan pencegahan kerumunan mulai Maret 2021.

    "Mungkin malam Sabtu dan malam Minggu ada kontrol di subuh atau pagi hari jam 12.00 sampai jam 05.00. Jadi sebagai kontrol masa transisi untuk fenomena sahur on the road," ujar dia.

    Dia menegaskan, berkumpul pada saat sahur di jalan selama pandemi bisa menimbulkan klaster penularan Covid-19.

    "Tidak ada lagi yang sifatnya dadakan. (Polisi) Harus bisa prediksi ancaman yang akan datang. Ini akan jadi tolak ukur (kinerja)," kata Kapolda Fadil tegas. 


    ADAM PRIREZA | IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.