Video Viral Penggandaan Uang di Bekasi, Polisi: Modusnya untuk Iseng

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penggandaan uang. Shutterstock

    Ilustrasi penggandaan uang. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisan Resor Metro Bekasi Kabupaten menangkap lima orang yang terlibat dalam video viral yang menayangkan seorang dukun menggandakan uang di Babelan, Bekasi. Video penggandaan uang itu menggegerkan masyarakat karena sang dukun dengan leluasa mengeluarkan ratusan lembar uang Rp 100 ribu dari hanya sebuah kotak ajaib kecil berisi jenglot.  

    Belakangan, Herman, lelaki yang ada di dalam video itu mengakui perbuatannya hanya untuk iseng saja. "Itu hanya trik sulap," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus, Senin, 22 Maret 2021. 

    Baca: Viral Penggandaan Uang di Babelan Bekasi, Modus Jenglot dan Kotak Ajaib

    Video viral itu memperlihatkan Herman yang biasa dipanggil Ustaz Herman melakukan ritual penggandaan uang pecahan Rp 100 ribu. Video berdurasi 12 menit itu juga menunjukkan Herman menggunakan jenglot dan kotak ajaib. 

    Sebelum video viral itu, rumah Herman di Gang Veteran, RT 01 RW 03, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi memang kerap didatangi orang.

    Herman dikenal penjual benda antik dan mistik, kerap diminta orang untuk mengobati banyak penyakit. “Pengunjungnya banyak dari luar kota.”

    "Kami masih selidiki apakah dengan video itu H (Herman) pernah melakukan penipuan." Dukun Herman ditangkap pada Ahad malam, 21 Maret 2021, di rumahnya.

    Yusri mengatakan pelaku mengaku membuat video itu pada Maret 2020. Saat pembuatan video penggandaan uang, Herman disaksikan beberapa orang yang merupakan pasien, saudara, istri, dan anaknya. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.