Polisi Mabuk Pukul Anggota Pemuda Pancasila di Kafe, Kapolsek: Salah Paham

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pemukulan. shutterstock.com

    Ilustrasi Pemukulan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keributan di tempat hiburan malam yang melibatkan oknum anggota polisi dengan anggota organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP) terjadi di sebuah kafe yang berada di kolong jembatan RW 8, Cilincing, Jakarta Utara. Peristiwa yang terjadi pada dini hari Senin, 22 Maret 2021 itu diduga terjadi karena ada seorang polisi mabuk dan ribut dengan satu anggota PP yang sedang berkunjung di kafe itu. 

    "Itu kesalahpahaman di kafe antara oknum polisi dengan anggota Pemuda Pancasila," ujar Kapolsek Cilincing Komisaris Eko Setio BW saat dihubungi, Selasa, 23 Maret 2021. 

    Baca:  Larang Klub Motor Kawal Ambulans, Polisi: Itu Tugas Kami

    Eko menolak menyebutkan identitas polisi itu. Ia hanya mengatakan polisi itu sudah diserahkan ke Propam Polair. 

    Sampai saat ini belum ada laporan ke polisi soal kasus penganiayaan itu. Ia menyarankan kepada pihak yang merasa dirugikan melaporkan peristiwa itu. "Untuk Pemuda Pancasila, kami sarankan agar melapor karena itu haknya," kata Eko. 

    Eko mengatakan akibat peristiwa itu baik polisi mau pun luka memar. Walau pun pihak kepolisian terlibat, Eko memastikan pengusutan kasus pemukulan itu menggunakan aturan tindak pidana umum. "Semua sama di mata hukum."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Megawati Bergelimang Gelar Doktor Honoris Causa walau Tak Tamat Kuliah

    Megawati akan menerima gelar kehormatan dari Universitas Pertahanan. Gelar itu akan melengkapi koleksi gelar Doktor Honoris Causa yang ia terima.