Kurir 944 Pil Ekstasi Ditangkap di Gunung Sahari, Diberi Komisi Rp 5 Juta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti kasus 10 kilogram narkoba jenis sabu dan ekstasi di Polda Metro Jaya, pada Jumat, 1 Maret 2019.  Tempo/Adam Prireza

    Barang bukti kasus 10 kilogram narkoba jenis sabu dan ekstasi di Polda Metro Jaya, pada Jumat, 1 Maret 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang kurir narkoba jenis ekstasi ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Pusat. Pria 34 tahun berinisial AM itu mendapat komisi Rp 5 juta untuk mengirimkan 944 butir pil ekstasi.

    Kasat Resnarkoba Polres Jakarta Pusat Kompol Indrawienny Panjiyoga mengatakan polisi menangkap AM di depan gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di Gunung Sahari, Kemayoran pada Sabtu, 27 Februari lalu sekitar pukul 19.00. 

    Indrawienny mengatakan, AM mengaku menerima komisi Rp 5 juta setiap kali mengirim narkoba. "Pengakuan tersangka, sekali ambil dia mendapatkan uang Rp5 juta dari setiap pengambilan barang," ujarnya.

    Tersangka sudah dua kali mengirim narkoba jenis ekstasi itu. Pada pengiriman pertama, AM membawa 500 butir pil ekstasi. Pada pengiriman kedua, tersangka membawa 944 butir. Umumnya satu butir pil ekstasi dijual Rp800 ribu sampai Rp1 juta per butir.

    Pada saat mengirimkan ekstasi, kurir narkoba ini menjepit ratusan butir ekstasi seberat 292,64 gram tersebut di pahanya dan diduduki di jok motor.

    Dalam pemeriksaan polisi, AM mengaku hendak membawa ekstasi tersebut ke rumahnya di Jakarta Utara. Setelah itu dia menunggu perintah pengiriman berikutnya dari temannya, F.

    Baca juga: Polisi Tangkap Tiga kurir Narkoba Jaringan Lapas, Sita Sekoper Sabu dan Ekstasi

    Polres Jakarta Pusat akan mendalami asal barang ekstasi tersebut, serta peran F, atasan AM. "Tim sedang bekerja untuk mengungkap siapa dia mengambil dari siapa dan yang memerintahkan siapa," kata Indrawienny.
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.