Survei Sebut Warga DKI Paling Tinggi Tolak Vaksinasi Covid-19, Wagub: Faktanya..

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kegiatan Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19 di Istora Senayan, Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. Kementerian BUMN menggelar Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19 bagi lansia.TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana kegiatan Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19 di Istora Senayan, Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. Kementerian BUMN menggelar Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19 bagi lansia.TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara terkait hasil survei warga DKI Jakarta tertinggi tolak vaksinasi Covid-19 dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) itu mencatat 33 persen warga DKI Jakarta menolak vaksinasi.

    "Masih ada warga yang menolak itu kan disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya mungkin masyarakat Jakarta masih ingin mengetahui lebih jauh lagi terkait vaksin. Kan ada beberapa produk," kata Wagub DKI Riza Patria di Balai Kota DKI, Selasa, 23 Maret 2021.

    Riza mengatakan alasan lain penolakan itu mungkin bukan semata-mata tidak ingin divaksin, tapi belum masuk tahapan. "Kan memang ada tahapannya."

    Sejauh ini, politikus Gerindra itu, melihat justru warga Jakarta antusias ikut vaksinasi Covid-19. Bahkan Pemerintah DKI sampai menambah jumlah vaksin Covid-19 dan fasilitas kesehatan untuk melayani warga Ibu Kota.

    "Jumlah vaksinator, kemampuan penyuntikan per hari terus kami tingkatkan. Itu menunjukkan apa? Antusiasme masyarakat tinggi," ucapnya.

    Wagub DKI itu tidak ingin mengomentari terlalu jauh kebenaran hasil survei tersebut. Menurut dia, semua orang bisa melihat sendiri di lapangan bahwa faktanya banyak warga minta divaksin.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.