Alasan Sepeda Boleh Masuk Kereta MRT Menurut Riza Patria

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat memberikan keterangan pers di Balai Kota Jakarta pada Senin, 15 Maret 2021. Tempo/Adam Prireza

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat memberikan keterangan pers di Balai Kota Jakarta pada Senin, 15 Maret 2021. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pemerintah mengizinkan masuk sepeda ke gerbong kereta MRT Jakarta untuk mendorong masyarakat menjadikan sepeda tidak hanya sebagai alat olahraga, alat rekreasi, tapi juga sebagai alat transportasi. “Melalui kebijakan ini, Pemerintah DKI berharap masyarakat lebih sehat jasmani dan rohani," kata Riza kepada wartawan di Balai Kota DKI, Rabu, 24 Maret 2021.

    Selain itu, dengan kebijakan ini diharapkan polusi udara di Ibu Kita semakin berkurang. "Semakin biru langit kita, dan juga ramah lingkungan."

    Baca: MRT Izinkan Sepeda Masuk Ratangga, Riza Patria Sebut Ukuran

    Tadi pagi, Riza bersama Gubernur DKI Anies Baswedan, Sekretaris Daerah DKI Marullah Matali, Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputa dan jajarannya naik sepeda ke MRT Lebak Bulus.

    Riza melihat Ratangga telah menyediakan tempat untuk sepeda baik lipat maupun non lipat. MRT menyediakan gerbong terakhir untuk penumpang yang membawa sepeda. "Memang dibatasi jumlahnya secara bertahap dan di tangga juga sudah disiapkan semacam rel bagi sepeda.” Ada juga tempat parkir sepeda dan tempat transit singgah ketika mengambil kartu.

    Pemerintah DKI, kata dia, memberikan dukungan kepada warga yang menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi mereka untuk ke kantor maupun aktivitas lainnya. "Kami memberikan ruang. Teman teman tahu bahwa di Jakarta kami terus memperluas atau memperpanjang jalur sepeda.”

    Setiap tahun, jalur sepeda akan diperluas. “Sekarang kami juga memberikan kesempatan bahwa sepeda bisa masuk ke MRT.”


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.