Setahun Wisma Atlet Kemayoran Jadi RS Darurat Corona, Pasien OTG di Tower 8

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas tenaga kesehatan beraktivitas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Ahad, 15 November 2020. ANTARA/Galih Pradipta

    Petugas tenaga kesehatan beraktivitas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Ahad, 15 November 2020. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Sudah setahun seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19, pemerintah resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran sebagai Rumah Sakit Darurat atau RSD. Tempat ini nantinya akan merawat pasien yang terindikasi virus Corona baik memiliki gejala maupun tidak.

    RSD Wisma Atlet resmi beroperasi pada 20 Maret 2020 lalu dengan melayani 1.600 pasien pada tahap pertama. Lalu mereka menerima 3.000 pasien pada tahap kedua. Terdapat 7 tower di wisma atlet yang digunakan. 4 diantaranya digunakan untuk pasien yakni tower 1, 3, 4, 6, dan 7.

    Sebelum digunakan sebagai RSD, Wisma Atlet digunakan untuk menginap para atlet yang mengikuti ajang Asian Games pada 2018 dan pesta olahraga Asia untuk difabel. Kompleks yang dibangun di tanah seluas 10 hektare ini memiliki 7.424 kamar dan menampung 22.272 atlet. Namun, gedung ini tidak digunakan setelah Asian Games 2018 selesai.

    Awalnya RSD ini memiliki kapasitas 3.000 ranjang , sehingga membuat rumah sakit ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia dalam menangani pandemic Covid-19.

    Sebelumnya pasien yang diisolasi di RS Darurat Corona itu adalah pasien yang memiliki gejala berat, namun pada 12 Sepetember 2020, pasien terpapar Covid-19 yang memiliki gejala ringan ataupun tidak. Hal ini diinstruksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Menurutnya pasien akan diisolasi secara terpusat dan terkendali.

    Baca: Setahun RSD Wisma Atlet, 1.500 Orang Main Angklung Heal The World

    Sebelumnya pasien tanpa gejala dan pasien yang memiliki gejala ringan ditempatkan di tower 4 dan 5 Wisma Atlet. Namun pada 21 Desember 2020, pengelola tidak menerima pasien yang tidak memiliki gejala untuk menjalankan isolasi di Wisma Atlet.

    Komandan Lapangan RSD Wisma Atlet, Letkol Laut Muhammad Arifin mengatakan hal tersebut dialkukan karena sudah meningkatnya pasien yang memiliki gejala dengan persentase mencapai 75 persen. Pasien tanpa gejala tersebut akan diisolasi di tower 8 Wisma Atlet Pademangan atau hotel-hotel.

    Sejak 20 Maret 2020 hingga 6 Maret 2021 sudah ada 70.012 orang yang terpapar Covid-19 diisolasi di tempat ini. Untuk pasien yang sembuh sudah mencapai 64.894 orang dengan 692 orang yang dirujuk ke rumah sakit lain dan 86 orang meninggal.

    Pada 23 Maret 2021, sebanyak 1.500 pasien dan relawan tenaga kesehatan memainkan angklung di kompleks RSD Wisma Atlet untuk memperingati tempat tersebut beroperasi pertama kalinya. Dalam acara tersebut mereka memainkan lagu Heal The world, Terpesona, dan Kebyar-Kebyar.

    GERIN RIO PRANATA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.