Begini Spesialis Jambret di Taman Sari Bawa Istri dan Anaknya Biar Tak Dicurigai

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penjambretan. Dailymail.co.uk

    Ilustrasi penjambretan. Dailymail.co.uk

    Jakarta - Pelaku jambret terhadap lansia di Taman Sari, Jakarta Barat, yakni ZN alias Udin membawa-bawa istri dan anaknya untuk menjalankan aksi kejahatan.

    "Agar tidak dicurigai sebagai jambret," ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Taman Sari, Ajun Komisaris Lalu Mesti Ali saat dikonfirmasi, Rabu, 24 Maret 2021.

    Dalam rekaman video CCTV, Udin tampak berboncengan sepeda motor dengan anak dan istrinya. Udin berada di tengah, anaknya ada di depan, serta sang istri di belakang.

    Sambil mengemudi sepeda motor, Udin merampas tas seorang korban yang berjalan kaki dari arah sebaliknya.

    Korban berinisial TSM yang sudah berumur 63 tahun itu sempat tersungkur di aspal lantaran tasnya ditarik. Kejadian ini berlangsung Sabtu lalu, 13 Maret 2021.

    Ajun Komisaris Lalu Mesti Ali mengatakan Udin ditangkap saat sedang menunggu korban lain di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat.

    Menurut Ali, pelaku sempat menolak diringkus oleh polisi. Namun, petugas menunjukan bukti foto dari rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku penjambretan yang dicari memiliki tato di bagian leher dan punggung. Ciri-ciri tersebut dimiliki oleh Udin.

    Baca juga : Panik Dikebung Warga, Jambret Ponsel Kabur Tinggalkan Sepeda Motor di Rawamangun

    "Pelaku ini merupakan seorang spesialis jambret yang telah melakukan aksinya di beberapa tempat," ujar Ali.

    Ali mengatakan Udin telah beraksi di Glodok, Jalan Harum Manis, Karang Anyar, Mangga Besar, Pademangan, Gang Kancil, Gunung Sahari, Rajawali, Taman Sari, Lokasari dan Olimo. Saat ini, kata Ali, penyidik masih meminta keterangan lebih lanjut dari spesialis jambret tersebut.

    M YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.