Pengakuan Tersangka Pemeras Video Syur Gabriella Larasati: Cuma Iseng

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam video syur berdurasi 14 detik tersebut wanita yang mirip dengan Gabriella Larasati tampak asik memainkan tubuhnya yang tanpa busana di depan kamera. Instagram/@gabriellalarasati

    Dalam video syur berdurasi 14 detik tersebut wanita yang mirip dengan Gabriella Larasati tampak asik memainkan tubuhnya yang tanpa busana di depan kamera. Instagram/@gabriellalarasati

    TEMPO.CO, Jakarta - YS, 22 tahun, tersangka pemerasan disertai ancaman terhadap selebgram Gabriella Larasati, mengaku melakukan perbuatan tersebut hanya untuk iseng. YS melancarkan aksi pemerasannya itu dengan menghubungi Gabriella melalui pesan langsung di Instagram. 

    "Saya hanya iseng aja, ga ada alasan lain," ujar YS dengan kepala tertunduk di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 25 Maret 2021. 

    Untuk meyakinkan Gabriella, dalam pesan langsung yang dikirimkan ke Instagram Gabriella, YS juga menyertakan potongan foto di video syur milik selebgram dengan pengikut 1,5 juta itu. Korban yang merasa dirugikan kemudian melaporkan usaha pemerasan itu pada 11 Februari 2021. 

    Baca juga: Tersangka Pemerasan Selebgram Gabriella Larasati Diringkus Polisi

    Polisi kemudian melakukan profiling dan menciduk YS di rumahnya yang berada di Medan, Sumatera Utara pada Sabtu lalu.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan Gabriella belum pernah mentransfer uang kepada YS. Meskipun begitu, atas tindakan pemerasan dan pengancaman, YS tetap dikenakan Pasal 27 juncto Pasal 45 di UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara," kata Yusri. 

    Video porno Gabriella Larasati sebelumnya viral di media sosial. Polres Metro Jakarta Barat pun telah menangkap dua tersangka dalam kasus ini. 

     M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.