MRT Jakarta Dapat Rekor Muri Penyedia Fasilitas Sepeda Terbanyak

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan duduk dialam gerbong MRT bersama sepedanya saat melakukan uji coba fasilitas sepeda nonlipat di MRT Jakarta pada Rabu, 24 Maret 2021. Kebijakan sepeda nonlipat ini telah melalui berbagai tahap uji coba yang dilakukan sebelumnya untuk memastikan jaminan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pelanggan MRT Jakarta. Facebook/Anies Baswedan

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan duduk dialam gerbong MRT bersama sepedanya saat melakukan uji coba fasilitas sepeda nonlipat di MRT Jakarta pada Rabu, 24 Maret 2021. Kebijakan sepeda nonlipat ini telah melalui berbagai tahap uji coba yang dilakukan sebelumnya untuk memastikan jaminan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pelanggan MRT Jakarta. Facebook/Anies Baswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT MRT Jakarta memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) pada Kamis, 25 Maret 2021. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, perusahaannya dinobatkan sebagai operator transportasi publik yang menyediakan fasilitas sepeda terbanyak.

    "Kami akan melihatnya sebagai suntikan motivasi kepada MRT Jakarta dan publik untuk betul-betul mendorong sebuah proses bersama kolaborasi transportasi publik," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 26 Maret 2021.

    Rekor MURI itu diberikan karena PT MRT Jakarta menyediakan beragam fasilitas bagi pesepeda di stasiun. Fasilitas itu antara lain 26 unit rak sepeda di 13 stasiun, 41 unit rambu petunjuk sepeda, jalur khusus sepeda di sepanjang koridor MRT, dan shelter sepeda di Stasiun Dukuh Atas.

    Kemudian kereta khusus di setiap rangkaian untuk sepeda lipat (kereta nomor 3 dan 4) serta yang terbaru sepeda non-lipat diizinkan naik di kereta nomor 6. Untuk itulah, lanjut William, pihaknya membuat tempat parkir sementara dan akses sepeda non-lipat di stasiun Bundaran HI, Blok M, dan Lebak Bulus.

    Selain itu, ada juga elevator untuk sepeda lipat, pintu pengetapan khusus sepeda, dan kerja sama MRT Jakarta dengan Jakarta Bike Hub.

    William berujar, akses sepeda di kereta Ratangga turut mendorong perbaikan kualitas udara Ibu Kota dan menjadi salah satu solusi kemacetan.

    "Seiring dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik," ujar dia.

    Baca juga: Dirut MRT: Sepeda Non Lipat Boleh Masuk Kereta MRT Mulai 24 Maret

    Menurut, kolaborasi antarmoda bakal meningkatkan mobilitas dan mengubah gaya hidup masyarakat. Hal inilah didorong MRT Jakarta untuk menumbuhkan minat masyarakat naik transportasi publik hingga 60-70 persen pada 2030. Saat ini hanya sekitar 20 persen warga Jakarta yang menggunakan kendaraan umum.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.