Besok Earth Hour, Rahmat Effendi Minta Masyarakat Padamkan Listrik 1 Jam

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peringatan Earth Hour. REUTERS/China Daily

    Ilustrasi peringatan Earth Hour. REUTERS/China Daily

    TEMPO.CO, Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta masyarakat berpartisipasi dalam program Earth Hour dengan mematikan listrik satu jam pada Sabtu, 27 Maret 2021. Masyarakat diminta memadamkan listrik pada pukul 20.30-21.30.

    "Gerakan ini serentak dilakukan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Saya berharap warga Kota Bekasi mengikutinya," kata Rahmat Effendi di Bekasi, Jumat 26 Maret 2021.

    Wali Kota Bekasi itu sudah mengeluarkan surat edaran nomor 660/2468/DinasLH mengenai Gerakan Earth Hour 2021. Dia minta kebijakan itu disampaikan aparatur perangkat daerah, camat, hingga lurah kepada masyarakat.

    Seluruh camat dan lurah diminta menyosialisasikan gerakan itu dan mengajak tokoh masyarakat hingga stafnya untuk  mematikan lampu dan alat elektronik yang tersambung ke aliran listrik pada pukul 20.30-21.30.  

    "Para kepala perangkat daerah berikut camat dan lurah juga diwajibkan membuat dokumentasi berupa foto dan video, selanjutnya melaporkannya ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi melalui email," ujar Rahmat.

    Rahmat mengatakan Earth Hour adalah gerakan mematikan lampu dan alat elektronik selama satu jam. Gerakan global yang rutin digelar setiap tahun ini merupakan bentuk kepedulian kepada bumi.

    Baca juga: Rahmat Effendi Klaim 92 Persen Kota Bekasi Sudah Zona Hijau

    Pemerintah Kota Bekasi juga mengajak seluruh komunitas dan praktisi bisnis agar melakukan gerakan Earth Hour. "Mari tunjukkan kepedulian dan kontribusi kita terhadap upaya penanggulangan perubahan iklim secara simbolis melalui aksi ini," kata Rahmat Effendi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.