Nasib Tati Manusia Silver yang Harus Kehilangan Satu Bola Matanya

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang remaja dengan tubuh penuh cat silver mengamen di jalan kawasan Margahayu, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 15 Februari 2021. Manusia silver kini menjadi salah satu cara mengamen yang populer di kota-kota besar. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Seorang remaja dengan tubuh penuh cat silver mengamen di jalan kawasan Margahayu, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 15 Februari 2021. Manusia silver kini menjadi salah satu cara mengamen yang populer di kota-kota besar. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Tati, yang sehari-hari menjadi Manusia Silver untuk mencari uang, bakal kehilangan satu matanya karena infeksi akibat cat semprot warna silver yang kerap dipakainya.

    Perempuan 34 tahun itu ditemui oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama Tim Reaksi Cepat beberapa waktu lalu. Kementerian Sosial kemudian membawa Tati ke Balai Karya Mulya Jaya Jakarta. Di sana ia mendapatkan layanan sosial sekaligus menjalani operasi matanya di Rumah Sakit Harapan Bunda.

    "Berdasarkan analisis dokter terdapat infeksi pada bola mata Tati yang diakibatkan cairan kimia yang tidak sengaja masuk ke mata dari cat silver yang setiap hari menutupi seluruh tubuhnya," ujar perawat Balai Karya Mulya Jaya Ihda Ulfia di Jakarta, Senin, 29 Maret 2021.

    Baca juga: Kementerian Sosial Siapkan Santunan untuk Korban Kebakaran di Pisangan

    Tati direkomendasikan untuk menjalani operasi pengangkatan bola mata agar infeksinya tidak menyebar dan membahayakan kesehatannya.

    Tati ditemui Mensos Tri Rismaharini di kawasan Petojo, Jakarta Pusat. Kementerian Sosial kemudian menelusuri keluarga Tati.

    Perempuan yang ditinggal pergi suaminya itu merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara. Sebelumnya ia bersama keluarganya sempat menempati tanah milik PT Kereta Api Indonesia di bilangan Jakarta Barat. Nahas, rumah mereka mengalami kebakaran dan ibunya kemudian meninggal. Keluarganya pun satu per satu berpindah tempat tinggal.

    Tati kehilangan surat legalitas seperti KTP, Kartu Keluarga, dan kartu BPJS Kesehatan saat menempati pinggiran Kali Cideng, Jakarta Pusat.

    Hasil penelusuran Kemensos menemukan sejumlah anggota keluarga Tati, salah satunya bernama Yuni yang merupakan kakaknya.

    "Saya berterima kasih kepada Kementerian Sosial melalui Balai Mulya Jaya karena telah membantu adik saya untuk bisa dioperasi," ujar dia.

    Yuni mengatakan tak punya uang untuk membayar operasi sang adik karena anaknya masih kecil. "Saya siap mendampingi adik saya bila dibutuhkan," kata Yuni.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.