Takut Diamuk Massa, Jambret Ponsel Lompat ke Kali Kembangan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penjambretan. Swns.com

    Ilustrasi penjambretan. Swns.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang jambret berinisial RM nyaris menjadi bulan-bulanan massa usai berusaha merampas ponsel seorang wanita di Joglo, Kembangan, Jakarta Barat. Jambret yang panik karena diamuk massa itu nekat lompat ke Kali Kopilas sehingga warga setempat berhenti mengejarnya. 

    Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Niko Purba mengatakan penjambretan itu dilakukan oleh pelaku bersama seorang rekannya. Namun jambret lain berinisial DN melarikan diri dari kepungan warga. 

    "Pelaku dua orang, tapi yang baru diamankan satu orang," ujar Niko saat dihubungi, Selasa, 30 Maret 2021. 

    Penjambretan ponsel yang gagal itu terjadi pada Ahad malam lalu di Jalan Raya Joglo RT 010/003, Kembangan, Jakarta Barat. Saat itu RM dan DN sudah mengincar korban wanita yang tengah menggendong anaknya. 

    Melihat korban menggunakan ponselnya di pinggir jalan, para perampas ponsel mengambil kesempatan itu untuk menjambretnya menggunakan sepeda motor. Korban penjambretan kemudian berteriak meminta pertolongan hingga akhirnya mengundang perhatian warga sekitar. 

    "Pengendara motor yang melintas langsung membantu korban dengan cara memberhentikan sepeda motor pelaku hingga terjatuh," kata Niko. 

    Setelah terjatuh dari motor, pelaku RM langsung lompat ke dalam kali. Sedangkan DN kabur menggunakan sepeda motornya. 

    Baca juga: Spesialis Jambret di Taman Sari Bawa Istri dan Anaknya Biar Tak Dicurigai

    Warga Joglo segera menghubungi polisi untuk menangkap jambret yang lompat ke dalam kali. Kepada penyidik, pelaku RM mengaku sehari-hari bekerja bersama DN sebagai pengamen di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sampai saat ini pelaku DN masih dalam pengejaran polisi. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.