Cerita Warga, Beda Sikap Zakiah Aini Terduga Teroris Mabes Polri dan Keluarga

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kediaman terduga teroris penyerang Mabes Polri berinisial ZA di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur pada Rabu petang, 31 Maret 2021. TEMPO/M YUSUF MANURUNG

    Kediaman terduga teroris penyerang Mabes Polri berinisial ZA di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur pada Rabu petang, 31 Maret 2021. TEMPO/M YUSUF MANURUNG

    Jakarta - Sejumlah warga di sekitar kediaman terduga teroris penyerang Markar Besar atau Mabes Polri, yakni Zakiah Aini, menyatakan bahwa perempuan 25 tahun tersebut sebagai orang yang tertutup.

    Dari tiga warga yang ditemui Tempo, tak satu pun mengaku pernah berbincang dengan Zakiah Aini, disingkat ZA.

    "Saya bahkan dua tahun terakhir nggak pernah ketemu sama almarhumah," ujar warga bernama Tiuria Gultom yang rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari kediaman ZA, Rabu petang, 31 Maret 2021.

    Dari informasi yang diketahui Tiuria, ZA sedang kuliah. Namun, ia tidak mengetahui di mana kampus tempat perempuan kelahiran 1995 itu belajar.

    Walau tidak mengenal ZA, Tiuria mengaku sangat akrab dengan anggota keluarga lainnya yang dinilai bersikap berbanding terbalik. Ayah, ibu dan kakak ZA disebut kerap bersosialiasi dengan warga sekitar. Dia juga mengaku berlangganan di warung kelontong milik keluarga itu.

    "Gak ada yang aneh-aneh," kata ketua RT 08/RW 10, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur itu.

    Penilaian yang sama disampaikan oleh Ketua RT 013/RW 10, Ciracas, Kasdi. Kediaman ZA dan keluarganya masuk ke dalam RT 013 ini. "Dia (ZA) nggak pernah keluar sama sekali, kalau jarang pasti masih pernah ketemu," kata Kasdi.

    Sementara itu, ujar Kasdi, ibu ZA aktif dalam kegiatan yang dilakukan oleh warga. Sang ibu disebut sebagai Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di RT itu.

    Warga yang tinggal persis di sebelah rumah ZA, Bambang Sumarjono juga menganggap tetangganya itu sebagai pribadi yang tertutup. Menurut dia, ZA hanya menghabiskan waktunya di rumah.

    "Nggak pernah bergaul," kata pria 47 tahun itu.

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit sebelumnya mengatakan bahwa ZA merupakan lone wolf yang berideologi ISIS. Hal tersebut diketahui ketika petugas menyusuri unggahan ZA di media sosial.

    Baca juga: Kondisi Terkini Kediaman Rumah Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri

    "ZA menggunggah foto bendera ISIS," kata Sigit saat konferensi pers pada Rabu, 31 Maret 2021. 

    Pada Rabu sore, 31 Maret 2021, Zakiah Aini mendatangi Mabes Polri dan melepaskan tembakan dari sepucuk senjatanya sebanyak dua kali kepada petugas di sana. Tembakannnya mengenai lengan kanan Bripda Ajeng, anggota yang menjaga Pos I Mabes Polri.

    M YUSUF MANURUNG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H