Pengacara Rizieq Shihab Dicecar 16 Pertanyaan di Pemeriksaan Soal Senjata Tajam

Kuasa hukum Rizieq Shihab Alamsyah Hanafiah (kanan) berbincang bersama tim kuasa hukum lainnya saat mengikuti sidang gugatan praperadilan terkait penetapan tersangka dan penahanan Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 22 Februari 2021. Majelis hakim menunda sidang gugatan praperadilan tersebut dikarenakan pihak pemohon salah mengirimkan surat gugatan, sehingga sidang akan dilanjutkan kembali pada 1 Maret 2021. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa Hukum terdakwa Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah, memenuhi panggilan penyidik Polres Metro Jakarta Timur untuk diperiksa terkait penemuan senjata tajam di mobil yang dibawa oleh sopirnya, AS. Senjata tajam itu ditemukan secara tak sengaja oleh polisi saat Alamsyah datang ke persidangan Rizieq Shihab pada Jumat pekan lalu dengan diantar oleh AS. 

"Ada 16 pertanyaan yang kami ajukan kemarin, antara lain tentang penemuan adanya senjata tajam di kendaraan yang bersangkutan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Indra Tarigan saat dihubungi Tempo, Kamis, 1 April 2021. 

Indra mengatakan, pihak Alamsyah kooperatif dalam pemeriksaan itu. Mengenai alasan pisau di mobilnya, Alamsyah mengaku kepada penyidik kalau benda tersebut merupakan suvenir dari kenalannya. 

Baca juga: Simpan Pedang dan Badik di Mobil, Kuasa Hukum Rizieq Shihab Diperiksa Polisi

"Kami akan memanggil yang ngasih suvenir itu. Karena dia ngakunya itu pemberian dari klien ya. (Dipanggil) Minggu depan," ujar Indra. 

Detik-detik AS kepergok membawa sajam terjadi saat dia mengantarkan bosnya ke Pengadilan Negeri atau PN Jakarta Timur pada Jumat pagi. Saat Alamsyah beserta istri turun dari mobil Mercy bernomor polisi B 2049 BUG, sebuah pisau belati jatuh dari pintu mobil. 

Petugas kepolisian yang melihat hal itu langsung memberitahu ada pisau yang jatuh. Saat Alamsyah dan istri masuk ke dalam Pengadilan, polisi langsung memeriksa sang sopir.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan dua jenis senjata tajam di mobil tersebut, yakni badik dan pedang. AS sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Timur. 

Sampai saat ini, penyidik telah memeriksa dua orang petugas terkait penemuan senjata tajam itu. Selain Alamsyah, AS pun telah dimintai keterangan oleh polisi.

Indra mengatakan sejauh ini kasus penemuan sajam saat persidangan Rizieq Shihab tersebut masih berstatus penyelidikan. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk mengambil langkah lanjutan dari kasus tersebut.






Sidang Kasus Terorisme Farid Okbah di PN Jaktim Digelar Tertutup

21 jam lalu

Sidang Kasus Terorisme Farid Okbah di PN Jaktim Digelar Tertutup

Sidang kasus terorisme dengan tersangka Farid Okbah digelar secara tertutup. Agenda sidang pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.


5 Orang Bawa Senjata Tajam Incar Suporter Persija Jakmania di Bekasi

5 hari lalu

5 Orang Bawa Senjata Tajam Incar Suporter Persija Jakmania di Bekasi

Poliai tangkap lima orang bawa senjata tajam yang mengincar suporter Persija Jakmania di Bekasi.


Polisi Tangkap 2 Pelaku Tawuran di Jatinegara, Satu Korban Tewas Terkena Celurit

7 hari lalu

Polisi Tangkap 2 Pelaku Tawuran di Jatinegara, Satu Korban Tewas Terkena Celurit

Akibat tawuran bersenjata tajam pada Sabtu dinihari itu, korban tewas setelah mengalami luka di dada dan punggung.


Anak Buah Ferdy Sambo Perusak TKP Duren Tiga dan Dugaan Perannya di Peristiwa KM50

12 hari lalu

Anak Buah Ferdy Sambo Perusak TKP Duren Tiga dan Dugaan Perannya di Peristiwa KM50

Dalam laporan majalah Tempo edisi 3 September 2022, Handik adalah salah satu penyokong skenario Ferdy Sambo.


Kasus KM 50: Apa Itu Vonis Lepas yang Dijatuhkan ke Penembak Laskar FPI

12 hari lalu

Kasus KM 50: Apa Itu Vonis Lepas yang Dijatuhkan ke Penembak Laskar FPI

Vonis lepas merupakan vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim ketika terdakwa bersalah, tetapi tidak dapat dipidana. Hal itu muncul di kasus KM 50.


Mengapa Penembakan Anggota FPI di KM 50 Masuk Kategori Unlawful Killing?

13 hari lalu

Mengapa Penembakan Anggota FPI di KM 50 Masuk Kategori Unlawful Killing?

Kasus penembakan anggota FPI di Km 50. Komnas HAM menyebut tewasnya 6 orang masuk kategori unlawful killing.


Jaksa Kasus Unlawful Killing KM50 Bicara soal Kemungkinan PK

14 hari lalu

Jaksa Kasus Unlawful Killing KM50 Bicara soal Kemungkinan PK

JPU membuka kemungkinan mengajukan Peninjauan Kembali kasus KM50, asalkan ada novum atau bukti baru.


Menilik Kembali Temuan Komnas HAM di Kasus Unlawful Killing KM50

14 hari lalu

Menilik Kembali Temuan Komnas HAM di Kasus Unlawful Killing KM50

MA menolak permohonan kasasi yang diajukan jaksa penuntut umum dalam kasus pembunuhan anggota Front Pembela Islam di KM50 Tol Jakarta-Cikampek.


Polisi Sebut Dugaan Penculikan Anak di Kompleks Lanud Halim Hanya Salah Paham Semata

22 hari lalu

Polisi Sebut Dugaan Penculikan Anak di Kompleks Lanud Halim Hanya Salah Paham Semata

Polres Metro Jakarta Timur mengatakan dugaan penculikan anak di Kompleks Lanud Halim bukanlah kasus penculika, hanya salam paham saja.


Bahar bin Smith Bebas dari Tahanan Usai Putusan PT Bandung

26 hari lalu

Bahar bin Smith Bebas dari Tahanan Usai Putusan PT Bandung

Menurut Andrie, Bahar bin Smith bebas secara murni sehingga pihaknya mempersilakan yang bersangkutan keluar dari tahanan.