Teror di Mabes Polri, Anies Perketat Pengawasan Tamu Balai Kota Hingga Kelurahan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Balai Kota DKI Jakarta. wikimedia.org

    Gedung Balai Kota DKI Jakarta. wikimedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Anies Baswedan telah menginstruksikan pengetatan keluar masuk di Balai Kota DKI, setelah terjadi teror di Mabes Polri. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pengetatan pemeriksaan juga dilakukan di semua instansi pemerintah DKI dari tingkat provinsi hingga kelurahan. 

    Menurut Riza Patria, Gubernur Anies Baswedan telah menginstruksikan Sekretaris Daerah Marullah Matali untuk membuat surat edaran pengetatan pengawasan tamu masuk di lingkungan kantor pemerintah.

    "Siapa saja yang keluar masuk lingkungan dari tingkat provinsi sampai tingkat kelurahan agar diperketat, harus hati-hati, harus ada upaya upaya ekstra dalam rangka pencegahan," kata Riza Patria di Balai Kota, Rabu malam, 31 Maret 2021.

    Setiap tamu yang menggunakan kendaraan harus dipastikan terlihat seluruh wajahnya. Bagi pengendara yang memakai motor diwajibkan melepas helm dan pengguna mobil wajib membuka jendela.

    "Prinsipnya kami meminta seluruh jajaran di internal kami dulu dari pemprov sampai kelurahan untuk melakukan upaya upaya ekstra dalam rangka pencegahan, penanganan dan pengendalian."

    Baca juga: Cegah Teror, Wagub DKI Sebut Akan Ada Pengamanan Ekstra Saat Jumat Agung

    Pada Rabu sore terjadi teror di Mabes Polri. Terduga teroris, seorang perempuan 25 tahun bernama Zakiah Aini, menembaki pos polisi di Mabes Polri. Serangan perempuan itu baru terhenti setelah pihak kepolisian melumpuhkannya dengan tembakan.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.