Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Malpraktik Suntikan Filler

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi filler/botox. Shutterstock

    Ilustrasi filler/botox. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat yang menjadi korban malpraktik suntikan filler pada salah satu bagian tubuh diminta melapor ke polisi. Saat ini Polres Metro Jakarta Barat telah membuka posko pengaduan soal filler ini.

    "Siapa saja korban yang alami hal serupa, bisa melaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat untuk ditindaklanjuti," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Teuku Arsya Khadafi di Jakarta, Kamis, 1 April 2021.

    Filler adalah tindakan penyuntikan bahan berupa cairan gel ke bawah kulit yang bertujuan untuk menambah volume pada salah satu bagian tubuh.

    Sebelumnya, dua orang perempuan yang menjadi korban malpraktik filler berinisial T dan D melapor ke Polres Jakarta Barat pada Rabu, 31 Maret 2021.

    Baca juga: Polisi Tangkap Pasutri yang Suntik Filler Sembarangan ke Monica Indah

    Arsya mengatakan T dan D melaporkan bahwa mereka menjalani suntik filler di bagian payudara oleh salah seorang yang mengaku sebagai tenaga medis.

    Akibatnya kedua perempuan itu mengalami infeksi pada bagian tubuh yang disuntik. Penyuntikan ini dilakukan oleh pasangan suami istri berinisial YJ dan SH. Keduanya telah ditangkap oleh polisi.

    Sebelum T dan D, selebgram Monica Indah melaporkan hal yang sama. Pelakunya juga pasangan suami istri tersebut.

    Monica jadi korban malpraktik suntikan filler itu pada bagian payudara dan pinggulnya.

    Ia mengaku memesan jasa suntik filler itu dengan harga Rp 13,5 juta untuk 1.000 cc. Ia membayarnya dengan cara bertahap dengan bayaran awal Rp 1 juta pada 14 November 2020 dan sisanya dilunasi ketika hari penyuntikan di apartemen korban.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.