Anies Baswedan Klaim Jaklingko Bikin Warga Ibu Kota Sejahtera

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menaiki angkutan umum Jak Lingko di Tanah Abang, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019. Jelang berjalan 2 tahun pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, angkutan umum Jak Lingko masih kurang diminati oleh masyarakat. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Penumpang menaiki angkutan umum Jak Lingko di Tanah Abang, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019. Jelang berjalan 2 tahun pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, angkutan umum Jak Lingko masih kurang diminati oleh masyarakat. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Program Jaklingko yang digulirkan sejak 2018 diklaim Gubernur DKI Anies Baswedan membuat warga Ibu Kota sejahtera.

    Anies mengatakan, dengan tarif Rp 5.000 per tiga jam, melalui kartu Jaklingko, penumpang bisa naik angkutan umum seperti Transjakarta dan angkutan perkotaan berkali-kali tanpa ada biaya tambahan.

    "Di Jakarta ini hampir bisa dikatakan pengeluaran keluarga bisa sampai 30 persen untuk transportasi. Jadi, terima uang bulanan itu 30 persennya habis untuk transportasi," ujar Anies di Jakarta, Kamis, 1 April 2021.

    Menurut Anies, keberadaan Jaklingko mendorong masyarakat beralih naik angkutan umum terutama bus Transjakarta. Pada akhir 2016, jumlah penumpang Transjakarta mencapai 340 ribu orang per hari, kemudian pada 2020 naik 3,5 kali lipat menjadi satu juta lebih penumpang.

    "Kalau armada kami tambah artinya punya uang, tapi kalau penumpang itu tambah artinya ada perubahan perilaku warga Jakarta. Dari naik kendaraan pribadi berubah menjadi naik kendaraan umum,” kata Anies.

    Baca juga: Transjakarta Targetkan 100 Bus Listrik Beroperasi pada 2021

    Dengan perubahan itu, lanjutnya, maka biaya hidup warga menurun karena pengeluaran mereka untuk transportasi jauh lebih rendah.

    Selain itu, Anies mengatakan sistem Jaklingko juga menguntungkan para sopir angkutan dan pemilik kendaraan. Sebab pendapatan mereka menjadi lebih pasti karena DKI telah membayarnya berdasarkan satuan kilometer.

    Sementara sopir tidak perlu mengejar setoran, untuk pemilik kendaraan akan merasa tenang karena mobilnya lebih terawat melalui pendapatan yang terprediksi dengan baik.

    "Angkot jadi tidak ngetem. Karena dia ditargetkan satu hari sekian kilometer, misalnya 0 km maksimal 110 kilometer, itu tidak boleh lebih dan kurang. Jadi ada atau tidak ada penumpang dia akan berkeliling terus," ujar Anies.

    Program Jaklingko yang digagas Anies ini mengambil inspirasi dari kata Lingko. Kata ini berasal dari bahasa daerah Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang artinya sistem distribusi irigasi berbentuk jaring laba-laba. Sedangkan Jak memiliki makna Jakarta.

    "Dengan Jaklingko ini seluruh operator angkot termasuk bus menengah semuana beroperasi dalam satu sistem," kata Anies Baswedan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.