Menelusuri Asal Usul Senjata Zakiah Aini

Suasana penjagaan Mabes Polri usai diserang oleh orang yang diduga teroris di Jakarta, Rabu, 31 Maret 2021. Sosok terduga teroris memasuki kompleks Mabes Polri dan menodongkan sesuatu ke arah petugas. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Depok – Kematian Zakiah Aini setelah baku tembak di Mabes Polri masih menyisakan misteri. Salah satunya adalah jejak senjata air soft gun yang digunakan saat menyerang Mabes Polri. Belakangan diketahui, Zakiah punya kartu anggota klub menembak bernama Basis Shooting Club yang aktif hingga 2022.

Tempo menelusuri keberadaan klub menembak tersebut. Cukup sulit untuk menemukan lokasi klub tersebut. Namun lokasinya hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari kampus tempat Zakiah pernah menimba ilmu namun akhirnya dinyatakan drop out yaitu di Universtas Gunadarma.

Untuk menuju lokasi klub tersebut, harus menelusuri gang sempit yang hanya muat untuk satu kendaraan mobil berukuran kecil. Setelah bertanya kepada warga setempat, Tempo menemukan lokasi Basis Shooting Club. Namun toko yang menjadi lokasi klub tersebut sudah tutup.

Bagian dalam toko 2 lantai tersebut sudah kosong. Hanya tersisa stiker bergambar di kaca bertuliskan menjual air riffle dan aksesorisnya.

Karman seorang warga di sekitar toko itu menyebut klub menembak itu telah tutup kurang lebih satu tahun belakangan. "Persisnya saya kurang paham, pokoknya sekitar satu tahun lalu tutup," ujar dia.

Adapun klub tersebut diketahui milik seseorang bernama Suyono. Tempo kemudian menelusuri lokasi penjualan senjata air soft gun yang diduga jadi tempat pembelian senjata yang digunakan Zakiah Aini.

Zakiah pada Rabu lalu menodongkan pistol angin ke sejumlah polisi yang berjaga di dekat gerbang utama Mabes Polri. Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Zakiah melepaskan enam tembakan sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh polisi.

Baca juga: Berita Terpopuler: Ayah Zakiah Aini Kebingungan dan Teroris Ditangkap di Ciputat

Senjata yang digunakan Zakiah itu dikabarkan dibeli dari sebuah toko yang ada di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Toko bernama Cakra itu ternyata sudah tutup sejak satu bulan lalu. Seorang warga setempat, Yanto menyebut toko tersebut milik Suyono yang juga adalah pemilik Basis Shooting Club.

Ternyata Suyono telah meninggal sejak satu tahun lalu. Yanto mengatakan sejak saat itu toko tersebut sepi. Padahal sebelumnya banyak pembeli datang. Dari pembeli itu ada juga aparat keamanan yang datang.

Menurut Yanto, Toko Cakra itu sudah ada sejak 4 tahun lalu. Toko tersebut terkenal menjual senjata jenis air soft gun dan aksesorisnya.

Yanto mengaku tak pernah melihat ada perempuan dengan ciri seperti Zakiah Aini yang datang ke toko tersebut. "Setahu saya belum pernah lihat orangnya," kata dia.






Kasus Obstruction of Justice Brigadir J Lambat Tuntas, Pemerhati Hukum Desak Jokowi Lakukan Terobosan

8 jam lalu

Kasus Obstruction of Justice Brigadir J Lambat Tuntas, Pemerhati Hukum Desak Jokowi Lakukan Terobosan

Pemerhati hukum mendesak kasus obstruction of justice dalam kasus Brigadir J agar cepat dituntaskan


Pertimbangan di Balik Ditolaknya Banding Ferdy Sambo

8 hari lalu

Pertimbangan di Balik Ditolaknya Banding Ferdy Sambo

Penolakan banding yang diajukan oleh Ferdy Sambo didasarkan pada perilaku yang dilakukan oleh Sambo termasuk perbuatan tercela dan,,,


Banding PTDH Ditolak, Pemecatan Ferdy Sambo Sudah Final

9 hari lalu

Banding PTDH Ditolak, Pemecatan Ferdy Sambo Sudah Final

Adapun keputusan sidang banding ini akan diserahkan kepada Ferdy Sambo dalam waktu 3-5 hari.


Polri Tidak akan Gelar Seremoni Pemecatan Ferdy Sambo

9 hari lalu

Polri Tidak akan Gelar Seremoni Pemecatan Ferdy Sambo

Keputusan banding bersifat final dan mengikat, sehingga tidak ada lagi upaya hukum yang bisa dilakukan Ferdy Sambo.


Banding Ditolak, Ferdy Sambo Resmi Dipecat sebagai Anggota Polri

9 hari lalu

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Resmi Dipecat sebagai Anggota Polri

Sidang banding tidak menghadirkan pelanggar atau Ferdy Sambo maupun pendampingnya.


Disangka Bantu Bjorka, Pemuda Madiun Dijerat Empat Pasal UU ITE

9 hari lalu

Disangka Bantu Bjorka, Pemuda Madiun Dijerat Empat Pasal UU ITE

Merujuk hasil interogasi pihak kepolisian, motif MAH membantu Bjorka adalah ingin terkenal dan memperoleh banyak uang.


Polri Jelaskan Peran Ipda Arsyad yang Jalani Sidang Etik di Kasus Ferdy Sambo

11 hari lalu

Polri Jelaskan Peran Ipda Arsyad yang Jalani Sidang Etik di Kasus Ferdy Sambo

Sidang etik terhadap Arsyad ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada Senin 26 September 2022.


Edy Mulyadi Divonis Penjara 7,5 Bulan, Polri Hormati Putusan Majelis Hakim

15 hari lalu

Edy Mulyadi Divonis Penjara 7,5 Bulan, Polri Hormati Putusan Majelis Hakim

Vonis ini berarti Edy Mulyadi bebas dari tahanan karena telah menjalani penahanan.


Kata Pengamat soal Bantuan Hukum Polda Metro Jaya ke Jerry Raymond Siagian

15 hari lalu

Kata Pengamat soal Bantuan Hukum Polda Metro Jaya ke Jerry Raymond Siagian

Jerry Raymond Siagian dipecat dalam sidang etik Polri. Dianggap melakukan obstruction of justice.


Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Ini Tugas Novel Baswedan dan 43 Eks Pegawai KPK Korban TWK

16 hari lalu

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Ini Tugas Novel Baswedan dan 43 Eks Pegawai KPK Korban TWK

Polri mengembangkan Satgassus Pencegahan Korupsi. Apa saja tuganya? Novel Baswedan dan 43 eks pegawai KPK korban TWK ada di sana.